< >

Amankan Harga, Pemerintah Harus Tetapkan HPS Semen

Rabu, 06 Februari 2008 11:51
Kapanlagi.com - Pemerhati ekonomi mengatakan, pemerintah harus menetapkan harga patokan setempat (HPS) semen yang merupakan komoditi strategis bahan bangunan untuk mengamankan harga dipasaran.

"Melihat gejolak harga semen dipasaran yang hingga saat ini belum bisa terkendalikan, pemerintah sudah perlu mempertimbangkan kemungkinan memberlakukan kembali HPS semen," kata Achrul Udaya yang juga pelaku usaha di Palu, Rabu.

Menurut dia, HPS semen perlu untuk mengamankan harga ditingkat distributor dan pedagang pengecer agar mereka tidak seenaknya saja menaikkan harga demi mendapatkan keuntungan besar.

Gejolak harga semen yang terjadi khususnya di hampir seluruh kabupaten/kota di Sulteng selain meresahkan masyarakat, juga berdampak terhadap pembangunan fisik proyek pemerintah di daerah itu.

Selain harga semen yang kian melambung di pasaran karena dipicu kebijakan pemerintah menaikan harga BBM industri pada akhir tahun 2007, juga menyebabkan bahan bangunan tersebut hingga kini cukup langka di pasaran.

Masyarakat dan kalangan kontraktor kesulitan mendapatkan bahan bangunan itu, sebab stok dikuasai distributor dan pedagang pengecer sangat terbatas jumlahnya.

Disatu sisi sejak menjelang akhir tahun anggaran 2007 lalu hingga memasuki pekan pertama Februari 2008 ini, permintaan terhadap bahan bangunan semen meningkat dua kali-lipat dari bulan-bulan sebelumnya.

Peningkatan tersebut, erat kaitanya dengan penyelesaian berbagai pembangunan fisik proyek pemerintah yang antara lain dibiayai dana APBN, APBD maupun bantuan luar negeri serta pembangunan perumahan.

"Yang pasti krisis stok dan gejolak harga semen yang telah berlangsung hampir tiga bulan terakhir ini, cukup berdampak terhadap penyelesaian berbagai proyek," ujar mantan kepala Sucofindo Palu itu.

Akibat dari kelangkaan dan gejolak harga semen dipastikan banyak proyek pembangunan di Sulteng terlambat penyelesainnya, karena terkait kesulitan mendapatkan bahan bangunan serta perubahan harga secara signifikan sehingga tidak lagi sesuai Rencana Angaran Belanja (RAB) semula.

Mengingat hingga kini harga semen di pasaran masih tinggi,sebaiknya pemerintah di daerah ini kembali memberlakukan HPS seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

"Ini salah satu solusi terbaik guna mengamankan stok dan harga komoditi strategis itu," katanya.

Pantauan ANTARA disejumlah toko bahan bangunan diibukota Provinsi Sulteng, kurun dua hari terakhir ini, stok dua jenis semen yaitu Tiga Roda dan Bosowa kosong.

Semen yang masih terlihat dijual pedagang, namun stoknya sangat terbatas hanyalah Semen Tonasa. Harga semen Tonasa dijual pedagang berkisar Rp55 ribu hingga Rp57 ribu/zak.

Sementara harga penjualan distributor kepada pedagang pengecer hanya Rp39.500/za. (kpl/rit)