"Secara lisan permintaan itu telah disampaikan Pak Gubernur pada Pertamina pusat, dan kita segera mengirim permintaan secara tertulis sebagai tindak lanjutnya," kata Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejehateraan Rakyat (Ekbangra) Sekretariat Provinsi Bengkulu, Fauzan Rahim di Bengkulu, Rabu.
Permintaan itu disampaikan menyusul terjadi kelangkaan premium di Bengkulu dalam sepekan terakhir ini. Kelangkaan bensin sering terjadi di daerah itu akibat kurangnya pasokan.
Menurut Fauzan, Gubernur Agusrin Maryono Najamuddin meminta agar Pertamina menggunakan tanker berkapasitas minimal 12 ribu kilo liter (KL) untuk memasok BBM ke Bengkulu.
Dengan menggunakan tanker berkapasitas 12 ribu KL tidak akan terjadi kekurangan stok dan distribusi ke masyarakat juga lancar serta kelangkaan seperti saat ini tidak akan terjadi.
Selama ini, pasokan BBM ke Bengkulu hanya menggunakan kapal bermuatan 1.200 KL terdiri dari solar, bensin dan minyak tanah, karena kondisi alur pelabuhan saat ini mengalami pendangkalan hanya bisa dilewati kapal berkapasitas 1.200 KL.
Dengan menggunakan tanker kecil, pihak Pertamina harus melakukan pengiriman BBM tujuh-delapan kali per bulan, ini sangat riskan karena ketika cuaca buruk suplai terhambat sehingga terjadi kelangkaan.
Fauzan menjelaskan, jika nanti pengangkutan BBM menggunakan kapal tanker besar maka akan diarahkan untuk bersandar di sekitar Pulau Tikus karena tidak akan bisa merapat ke dermaga pelabuhan Pulau Baai.
"Kemarin (6/2) saya dengan Pak Gubernur sudah survei ke perairan di sekitar Pulau Tikus, dan cukup bagus serta bisa digunakan untuk bersandar tanker besar," katanya.
Dari tanker yang bersandar di Pulau Tikus itu, BBM akan diangkut dengan menggunakan tanker kecil ke pelabuhan Pulau Baai.
Kawasan tersebut, kata dia, selama ini juga digunanakan untuk bersandar kapal pengangkut batubara. Pengangkutan batubara dari pelabuhan menggunakan kapal tongkang. (kpl/rit)