BERI KOMENTAR
Sementara bagi Surya, film ini bagai membuka kembali kotak lama. Keduanya sama, pernah menelan pil pahit, yakni kehilangan. Bahkan Wulan sempat nangis saat baca naskah dan tidak kelar nonton press screening-nya di Citos, Rabu (6/1) siang, ini.
"Film ini hampir sama dengan kehidupan nyata, saya pernah merasakan itu. Jadi pas memerankan karakter Miranda, aku teringat pada masa lalu, dan pastinya aku sangat mendapatkan chemistry-nya," ujar Wulan.
Hal yang sama juga diungkap Surya, "Saya pernah merasakan kehilangan."
Dalam film ini, Surya memerankan tokoh Gilang, suami dari Miranda. Mereka menikah tak didasari oleh cinta dan dikaruniai satu anak yang menderita autis. Keretakan rumah tangga mereka tak terelakkan saat Miranda lebih mencintai seseorang yang diperankan Fathir Muchtar.
Perebutan hak asuh anak dan perceraian menghadang. Rumah tangga mereka diambang kehancuran.
"Sempat berat saat awal menjalani peran ini, walau tak membawa trauma. Ada satu hal yang bisa kita petik bersama menjadi pelajaran untuk lebih kuat menghadapi masa mendatang. Hanya satu yang saya sesalkan, kenapa saya tidak bisa menyelesaikan masalah seperti dalam film itu," ujar Wulan.
Sementara dalam pandangan Surya, film ini mengandung satu formula pembelajaran yang bisa digunakan untuk membenahi masalah rumah tangga.
"Andai tetap tidak bisa diselesaikan, berarti itu memang yang terbaik," pungkas Surya. (kpl/wwn)
Lihat Profil: Surya Saputra, Wulan Guritno