"Setidaknya dibutuhkan dana Rp2 sampai 2,5 miliar kalau untuk memenuhi persyaratan BLI. Dari mana uang itu kami dapatkan?," kata Ketua Panpel Persik, Bambang Soemarjono, Rabu (06/02).
Menurut dia, dana tersebut dipergunakan untuk biaya pemasangan atap tribun Stadion Brawijaya untuk melindungi para penonton terlindung dari hujan.
Daya tampung Stadion Brawijaya sekarang ini mencapai 15.000 penonton. BLI mempersyaratkan 5.000 penonton di Stadion Brawijaya harus terlindungi.
Sementara sampai saat ini hanya tribun VIP saja yang berkapasitas sekitar 2.000 penonton yang terlindungi dari hujan. "Kami punya stadion seperti ini, mau bagaimana lagi," kata Bambang.
Ia berpendapat, terlalu naif jika BLI melarang Persik mengikuti Super Liga, kalau hanya masalah kekurangan fasilitas di Stadion Brawijaya.
Untuk itu, pihaknya akan segera menyampaikan permohonan keberatan kepada BLI atas persyaratan yang ditetapkan tersebut.
Apalagi, lanjut Bambang mengungkapkan, anggaran untuk Persik pada tahun 2008 ini sangat minim, yakni sebesar Rp7,5 miliar, jika dibandingkan dengan musim kompetisi Ligina XIII/2007 yang mencapai Rp27,5 miliar. (*/lpk)