< >

Atasi Kelangkaan Sulut Digelontor 24,4 Ton Semen

Rabu, 06 Februari 2008 21:18
Kapanlagi.com - Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjamin semen pada Februari 2008 sedikit teratasi menyusul kepastian pasokan semen untuk bulan ini sebanyak 24.400 ton.

"Selama Februari, semen Tonasa akan masuk di Sulut 14.700 ton, semen Tiga Roda 6.700 ton dan Bosowa sekitar 3000 ton," kata Kepala Sub Dinas Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Sulut, Janny Rembet, Rabu di Manado.

Jumlah pasokan 24.400 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan ini, asalkan distributor maupun toko pengecer mendistribusikan secara benar, ujar Janny.

"Penelusuran pihak berwajib terhadap kemungkinan penimbunan semen di Sulut diharapkan akan membuat distributor dan pengecer melakukan perdagangan secara fair, karena takut terjerat proses hukum," kata Janny.

Sebelumnya Gubernur Sulut SH Sarundajang meminta semua pihak terkait dengan perdagangan semen agar melakukan berbagai upaya sehingga distribusi semen lancar masuk ke Sulut, karena dikhawatirkan bakal menggangu pembangunan.

"Semen merupakan bahan bangunan vital, makanya ketersediaannya harus dijaga sehingga masyarakat dapat memperoleh secara mudah dengan harga terjangkau," kata Gubernur Sarundajang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Gemmy Kawatu, mengatakan, persoalan kelangkaan dan harga tinggi komoditi semen di Sulut, terutama karena distribusi serta penyesuaian harga dilakukan pabrikan.

"Pabrik semen memang telah menyesuaikan harga karena kenaikan berbagai komponen biaya, ditambah dengan distribusi terganggu akibat cuaca dan gangguan teknis di Silo Makassar maka tak heran distribusi semen di Sulut jadi terhambat," kata Gemmy.

Guna menjamin pasokan semen menjadi lancar, maka Pemrov Sulut melakukan penertiban prosedur distribusi semen di Silo Tonasa Bitung, dimana sistem `delivery order` dibatasi dan pengambilan hanya dilakukan distributor guna mengurangi antrean kendaraan pengangkut.

Kebutuhan semen masyarakat Sulut sekitar 80*% dipenuhi Tonasa, selebihnya terbagi antara Tiga Roda dan Bosowa. (*/rsd)