
Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Muamir Muin Syam yang juga koordinator wilayah Kalimantan, di Samarinda, Sabtu mengatakan, PKB bukanlah partai yang Gus Dur sentris. Bahkan, ia optimis partai tersebut tetap dapat besar meski ditinggal oleh Gus Dur.
"PKB sudah siap bila ditinggalkan Gus Dur," katanya di sela Musyawarah Kebangkitan PKB Kaltim.
Komentar itu dilontarkan Muamir untuk menjawab analisa politik peneliti kajian Asia-Pasifik dari The Australian National University Greg Fealy, seperti dikutip The Jakarta Post, Jumat (8/2). Fealy mengatakan partai berbasis Islam seperti PKB diprediksi mengalami kekalahan dalam Pilpres 2009 karena lemahnya kepemimpinan di internal partai.
PKB dengan patron Gus Dur dinilai terlalu berperan dominan dalam proses pengambilan keputusan PKB. Kondisi itu dinilai tidak bakal mampu menjaring suara dalam Pilpres karena pengaruh Gus Dur telah merusak demokrasi dan kaderisasi di dalam partai itu sendiri.
Analisa itu juga diperkuat dengan perginya sejumlah kader PKB seperti aktivis politik Rieke Dyah Pitaloka (Oneng) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Rieke belum lama ini memutuskan hengkang dari PKB, partai yang digelutinya sejak 1998, untuk pindah ke PDI-P. Sedangkan Gus Ipul, yang merupakan bekas Sekjen PKB, sudah pergi lebih dulu sejak tahun 2006.
Menanggapi hal itu, Muamir mengatakan proses kaderisasi internal PKB sudah berjalan dengan baik hingga ke tingkat daerah. Gus Dur memang memegang peranan penting karena dilihat dari pengalaman politik dan pengetahuannya. Namun, ia mengatakan proses demokrasi di partai tetap berjalan sesuai dengan koridornya.
"Gus Dur sebenarnya demokratis karena usulan-usulannya tetap ditentukan melalui mekanisme musyawarah partai. Bila ada debat dan berujung voting, ia tetap menerima bila akhirnya kalah," katanya.
Karena itu, Muamir berkeyakinan PKB dapat mendulang suara lebih banyak ketimbang Pilpres 2004. Menurut dia, parameternya bisa dilihat dari kemenangan lima bupati yang didukung PKB di Nusa Tenggara Timur dan juga kemenangan di Sumatra Utara, yang keduanya bukan daerah basis Islam ataupun Nahdlatul Ulama (NU).
"Artinya PKB sudah diterima sebagai partai nasional, bukan partainya Gus Dur," ujarnya. (*/boo)
Lihat Profil: Gus Dur, Rieke Dyah Pitaloka