BERI KOMENTAR
"Ini merupakan adaptasi kelima dan bukan pertama kalinya saya menulis tema soal cinta. Saya tertarik menulis novel ini karena menghadirkan cinta dengan beragam tema, sehingga masing-masing tema tersebut dapat dipertemukan titik baliknya. Selain itu saya menulis novel ini dari berbagai sudut," ungkap Emka yang dijumpai dalam peluncuran novel CINTA di Menara Jamsostek, Jakarta Selatan, Senin (11/2).
Selama tujuh hari pembuatan novel ini, Emka membutuhkan waktu untuk membaca naskah dan menonton filmnya. Membaca naskah film ini ia jalani demi memperkaya kata-kata, pasalnya bahasa naskah dan novel memiliki perbedaan.
Meski kelar dalam waktu singkat, Emka mengakui sempat mengalami kesulitan dalam menyatukan alur cerita lantaran banyaknya tokoh di film ini. Mantan wartawan Popular ini awalnya harus mencari inspirasi dengan pergi ke Bali, tapi sayang tak menemukan apa-apa di sana. Malah pada akhirnya ia berhasil menyelesaikan novelnya saat mengunjungi sebuah kafe di Plaza Senayan. (kpl/opa)
Lihat Profil: Moammar Emka