"Kami datang menunggu di pinggir jalan A. Yani tempat rute arak-arakan piala kebanggaan warga Sumsel itu, Senin (11/2) pukul 16.20 WIB, namun iring-iringan kendaraan membawa piala dan tim Sriwijaya FC hingga pukul 18.00 WIB tak kunjung kembali," kata Ican, salah seorang pecinta sepak bola di kota tersebut di Palembang, Selasa.
Menurut dia dan warga lainnya, arak-arakan kendaraan membawa piala juara melalui pertandingan final tim Sriwijaya FC melawan kesebelasan PSMS Medan di Stadion Si Jalak Harupat, Jabar, Minggu (10/2) malam sudah lewat sekitar pukul 15.40 WIB, berharap kembali lagi dan ternyata menggunakan jalur jalan lain.
Ia berharap, piala tersebut dapat dipajang di suatu tempat yang bisa dikunjungi para tamu setiap saat, dengan demikian masyarakat akan merasa memiliki serta bangga atas keberhasilan tim milik "uwong Palembang" tersebut.
Sementara pantauan di sepanjang Jalan dari arah Ampera menuju Kertapati, Senin petang, memang tampak ribuan warga ramai menunggu di pinggir jalan menantikan iring-iringan kendaraan membawa tim Sriwijaya FC bersama piala kebanggaannya lewat.
Beberapa warga lainnya, seperti Sulaiman dan Eduar mengatakan bawa arak-arakan piala juara Liga Jarum Indonesia itu sangat ramai dibandingkan hal yang sama ketika konvoi kendaraan membawa piala Copa sebelumnya.
Dengan demikian tim Sriwijaya FC sepanjang tahun 2007 ini telah berhasil memboyong dua piala sekaligus, masing-masing piala juara Copa Indonesia dan piala Juara Liga Jarum Indonesia. (*/cax)