"Kami pertama menerima ancaman bom melalui telepon pengaduan sekitar pukul 06.57 WIB yang diterima oleh operator berbentuk SMS dengan nada `dua bom akan kami ledakkan dalam waktu 1 X 24 jam," kata General Manajer Hotel Gajah Mada Pontianak, Suhaili, dalam jumpa persnya, di Pontianak, Selasa.
Ia menjelaskan, teror bom itu sebanyak tiga kali, di antaranya "bersiap-siaplah jangan anggap SMS ini lelucon, hotel ini akan luluh lantak", kemudian teror yang terakhir sekitar pukul 07.41 WIB dengan nada, "saya tidak main-main dengan ancaman ini". Pesan singkat tersebut dikirim melalui telepon genggam bernomor 081522657890.
"Setelah mendapat teror pertama, kami langsung melaporkan teror itu ke Poltabes Pontianak. Tidak lama kemudian satu Unit Tim Penjinak Bom dari Unit Gegana Kepolisian Daerah Kalbar datang dan langsung melakukan penyisiran," kata Suhaili.
Suhaili mengatakan, teror bom itu baru kali ini menimpa pihaknya, ia berharap teror semacam itu tidak terulang kembali. "Kami tidak bisa memastikan teror tersebut ada indikasi persaingan bisnis," katanya.
Ia menambahkan, sejak ancaman itu diterima, aktivitas hotel Gajah Mada tetap berjalan dengan lancar, para tamu juga tidak menunjukkan kepanikan.
Loren, 34, salah seorang pengunjung hotel tersebut, mengatakan, ia mengakui diberitahu oleh pihak pengelola hotel mengenai ancaman bom tersebut. "Saya tidak kaget atas ancaman itu, malah saya tetap melanjutkan untuk menginap di hotel tersebut," katanya.
Sementara itu, Komandan Tim Penjinak Bom, Unit Gegana Polda Kalbar, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Dimiati mengatakan, setelah melakukan penyisiran sekitar satu jam, pihaknya tidak menemukan bom seperti yang telah diancamkan oleh orang tidak dikenal.
"Kita sudah melakukan penyisiran di seluruh tempat yang mencurigakan mulai dari tempat parkir di lantai dasar hingga ke lantai enam, hasilnya tidak ada bom atau negatif," kata Dimiati.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mencatat nomor handphone yang meneror hotel itu. "Kita akan menyerahkan pelacakan untuk mengetahui siapa pemilik nomor itu ke bagian intel Polda Kalbar untuk ditelusuri," ujarnya.
Dari pantauan di lapangan 10 anggota Tim Penjinak Bom dari Unit Gegana Polda Kalbar, tampak sigap melakukan penelusuran di setiap sudut gedung tersebut. Para Unit Gegana Polda Kalbar itu berpakaian dan dilengkapi dengan metal detektor HD 6, metal detektor Garret, body armoured (EOD) bomb disposal, helmet bullet proof, dan lain-lain dalam melakukan penyisiran di setiap sudut hotel itu.
Hingga berita ini ditulis, Tim Penjinak Bom dari Unit Gegana Polda Kalbar masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (*/cax)