Surat tersebut merupakan hasil sidang Komite Asosiasi FIFA pada 5 Februari yang dipimpin Wakil Presiden FIFA Geoff Thompson dan membahas 14 kasus, termasuk soal PSSI.
Untuk Indonesia, Komite Asosiasi FIFA menetapkan batas waktu tiga bulan --berarti hingga Mei 2008-- untuk membentuk statuta (pedoman dasar) baru.
Setelah pedoman dasar itu disetujui oleh FIFA, PSSI diberi waktu tiga bulan lagi --berarti hingga Agustus-- untuk melakukan pemilihan pengurus yang sesuai dengan pedoman dasar baru itu.
"Surat yang kami terima dari FIFA hanya road map. Dengan surat ini semua sudah jelas, seperti yang ada dalam surat tersebut, tugas pertama kami adalah menyelesaikan statuta dalam kurun waktu tiga bulan," kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes.
"Setelah disahkan, baru tiga bulan berikut melakukan pemilihan pengurus baru," tambahnya.
Mengenai perintah untuk mengadakan pemilihan pengurus, Nugraha mengelak dan tidak menyebut secara langsung bahwa Ketua Umum PSSI Nurdin Halid juga akan diganti.
"Dalam hal ini yang disebut FIFA adalah pemilihan Komite Eksekutif," kata Nugraha.
Tetapi ia tidak mengelak ketika ditanya apakah dengan berlangsungnya proses itu berarti seluruh pengurus PSSI juga akan ikut dirombak.
"Pastinya begitu, jika ada perubahan maka secara otomatis akan mempengaruhi," katanya.
Terus Bekerja
Sementara itu Ketua Tim Penyempurnaan Pedoman Dasar (PD) PSSI, Dali Tahir, menyampaikan bahwa hingga saat ini timnya terus bekerja melakukan penyempurnaan.
Menurut Dali, sebelum akhir Maret mereka akan menyerahkan hasil kerjanya ke PSSI, untuk kemudian diserahkan ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), sebagai badan yang ditunjuk FIFA untuk menjadi pengawas.
"Saat ini perubahan sudah hampir selesai, setelah selesai maka akan kami serahkan kepada PSSI. Baru setelah itu terserah mau di bawa kemana oleh PSSI," katanya.
Ia mengatakan bahwa perubahan statuta PSSI itu tetap mengacu pada butir-butir pasal yang dimintakan FIFA untuk diubah. (*/lpk)