< >

Ehud Barak Kunjungi Turki Untuk Bicarakan Suriah

Rabu, 13 Februari 2008 06:45
Kapanlagi.com - Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak memulai kunjungan ke Turki, Selasa dan berharap bahwa Ankara dapat menghidupkan kembali perundingan perdamaian Israel-Suriah yang tertunda lama, akan memiliki pengaruh "kuat" atas Damaskus.

Turki yang berpenduduk mayoritas Muslim tetapi sekuler adalah sekutu paling penting negara Yahudi itu . Tetapi hubungan itu diuji tahun lalu oleh oleh serangan udara Israel ke Suriah tetangga Turki, yang dianggap luas sebagai kemungkinan awal bagi serangan pada masa depan terhadap lokasi-lokasi nuklir Iran.

Ankara menawarkan diri membantu merukunkan Israel dengan Suriah dan ingin mencairkan kebuntuan diplomatik dengan Palestina di tengah-tengah aksi kekerasan di lintas perbatasan di Jalur Gaza.

"Karena hubungan mereka yang erat dengan Suriah, mereka (Turki) memiliki satu kekuatan nyata untuk menggunakan pengaruh positifnya," kata Barak kepada wartawan dalam perjalanan ke Ankara, walaupun ia menolak berkomentar mengenai usul-usul khusus perdamaian.

Barak menganggap tindak penting peran Turki dalam masalah Israel-Palestina. "Saya yakin mereka tidak memiliki peran dalam membantu menyelesaikan konflik itu," katanya.

Mantan PM Israel itu yang masa jabatannya berakhir tahun 2001 setelah perundingan perdamaian dengan Suriah dan Palestina gagal, Barak melihat pada Suriah karena lebih menjanjikan ketimbang Palestina, kata satu sumber politik Israel.

PM Israel Ehud Olmert menyatakan keinginannya untuk berbicara dengan Damaskus sejak perang Israel di Lebanon tahun 2006 tetapi macet karena prasyarat-prasyarat Suriah seperti Israel harus berjanji untuk menyerahkan Dataran Tinggi Golan yang didudukinya.

Seorang diplomat senior Turki mengatakan Ankara "memiliki peran sebagai fasilitator, bukan penengah antara Suriah dan Israel".

Presiden Turki Abdullah Gul dan PM Tayyip Erdogan "mungkin akan menyampaikan satu pesan dari Damaskus" kepada Barak, tambah diplomat itu.

Orang-orang kepercayaan Barak mengatakan ia juga akan menggunakan kunjungan dua harinya ke Turki untuk mempromosikan penjualan sebuah satelit mata-mata Israel dan perjanjian-perjanjian pertahanan lainnya.

Dalam perundingan-perundingan dengan Menteri Pertahanan Turki Vecdi Gonul dan panglima angkatan bersenjata Jenderal Yasar Buyukanit, Barak akan mendesak Ankara membeli satelit Ofek buatan Industri_Industri Aerospace milik pemerintah Israel (IAI) seharga US$300 juta. Sumber-sumber diplomatik Turki membenarkan Ankara menginginkan proyek-proyek kerja sama intelijen termasuk satelit-satelit.

Turki menerima kiriman sekitar 10 pesawat pengintai Heron yang dibeli dari IAI seharga US$200 juta, kata sumber keamanan Israel, dan menyatakan keinginannya pada sistem anti rudal Arrow II Israel.

Sumber-sumber itu juga mengatakan Turki akan membicarakan situasi di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dengan Barak. Israel memblokade wilayah Palestina itu setelah serangan-serangan roket lintas perbatasan oleh para pejuang Hamas dan faksi-faksi pejuang lainnya. (*/lpk)