Kanada dan Jerman Bahas Afghanistan
Kapanlagi.com - Perdana Menteri Kanada Stephen Harper berunding dengan mitra Jerman-nya, Kanselir Angela Merkel, Senin (11/02), tentang masa depan tugas Afganistan NATO, kata wanita juru bicaranya.Lewat telepon, Harper memberitahu Merkel bahwa Kanada akan menarik 2.500 tentaranya dari Afghanistan Selatan pada akhir amanatnya saat ini, Februari 2009, kecuali jika persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO mengirim bantuan untuk mendukung pasukan Kanada. Selain itu, ia menyatakan pemerintahnya mengusulkan perpanjangan tugas Kanada di Afghanistan sampai akhir 2011, tapi harus mendapat izin dari parlemen pecah Kanada. Rencana tersebut ditetapkan untuk diputuskan sebelum akhir Maret. Jika kalah, pemerintah kecil Harper bisa jatuh, yang memicu pemilihan umum dini. Harper dan Merkel "setuju atas kepentingan tugas di Afghanistan bagi NATO" dan "setuju bekerja sama" pada beberapa pekan mendatang sampai pembicaraan berikut NATO di Bukares, wanita juru bicara Harper. "Kanselir itu menyatakan mengerti dengan baik perbantahan itu dan mengatakan (laporan baru Kanada tentang masa depan tugas tersebut) bermanfaat dan berguna, bukan cuma untuk Kanada," katanya. Kanada menempatkan 2.500 tentara di propinsi bergolak Kandahar, Afghanistan selatan, sebagai bagian Pasukan Bantuan Keamanan Antarbangsa (ISAF) pimpinan NATO melawan pejuang Taliban dan Al-qaeda. Sejak 2002, 78 tentara Kanada dan seorang diplomat utama tewas akibat bom jalanan dan baku tembak dengan pemberontak. Harper pada pekan lalu mengatakan kepada Presiden Prancis Nicolas Sarkozy akan menarik pasukannya dari Afghanistan jika NATO tidak mengirimkan pasukan bantuan, kata juru bicaranya. Mereka berbicara melalui telepon, kata Sandra Buckler dalam surat elektroniknya. Mereka membahas laporan baru, yang diajukan panitia pimpinan mantan wakil perdana menteri John Manley, yang menyeru Kanada hanya menempatkan 2.500 tentaranya di Afghanistan jika sekutunya di NATO mengirimkan sedikit-dikitnya 1.000 tentara tambahan dan peralatan untuk mendukung pasukan Kanada. Harper mengatakan akan menarik tentaranya saat amanat penugasan mereka berakhir Februari 2009 jika negara NATO tidak meningkatkan dukungan kepada tugas tersebut. Harper juga telah memberitahu Presiden Amerika Serikat George W Bush, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan sekretaris jenderal NATO mengenai sikap Kanada tersebut. Sementara itu, Jerman pada pekan lalu menyatakan akan mengirim sekitar 200 tentara tempur ke Afghanistan utara sebagai bagian dari Pasukan Gerak Cepat NATO, tapi tidak akan menggerakkan tentara ke wilayah lebih keras di selatan. Tentara baru Jerman tersebut akan mengganti 250 anggota satuan Norwegia. "Ada kesiapan dari pihak kami sekarang untuk memenuhi tugas itu, karena kami menganggapnya sebagai kebutuhan tentara untuk mempunyai semacam pasukan gerak cepat di utara pada masa mendatang," kata Menteri Pertahanan Jerman Franz Josef Jung kepada wartawan. "Itu akan terjadi pada musim panas tahun ini dari pihak kami," katanya. Jerman menolak tekanan meningkat dari persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO dan khususnya Amerika Serikat untuk mengirim tentara ke daerah berbahaya Afghanistan selatan, tempat tentara Amerika Serikat, Inggris, Belanda dan Kanada berjuang melawan pemberontakan ganas Taliban. Dengan tentara tambahan bagi Pasukan Gerak Cepat itu, tingkat pasukan Jerman akan tetap dalam batas amanat parlemen, yang menyatakan negara itu dapat mengirim 3.500 tentara ke daerah lebih tenang di utara sebagai bagian dari sekitar 40.000 anggota ISAF. (*/lpk) |