< >

Bangun Kilang di Indonesia, Libya Gandeng Pertamina

Rabu, 13 Februari 2008 11:58
Kapanlagi.com - Selain bersedia memasok kebutuhan minyak mentah, Libya juga menyatakan ketertarikannya membangun kilang pengolahan bersama PT Pertamina (Persero) di Indonesia.

Dirut Pertamina Ari Soemarno di sela BUMN Executive Meeting di Jakarta, Rabu mengatakan, Libya sudah bersedia memasok kebutuhan minyak mentah Indonesia hingga 300.000 barel minimal selama 10 tahun.

Kesepakatan pasokan minyak mentah tersebut telah ditandatangani saat kunjungan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro ke Tripoli, Libya Kamis (7/2).

"Sebelum kilang dibangun, pasokan minyak mentah Libya berjenis `sweet` (ringan) ini, bisa digunakan buat kilang yang ada," kata Ari.

Namun, ia tidak mau menjelaskan lebih detil berapa kapasitas dan kapan pembangunan kilang bersama Libya bisa dimulai.

Menurut dia, dalam waktu dekat, pihaknya berencana mengimpor minyak mentah sebesar 50.000 barel per hari dari Libya guna memenuhi kebutuhan kilang yang ada.

Ari melanjutkan, CEO National Oil Company of Libya yang juga Menteri Perminyakan Libya akan datang ke Indonesia guna membicarakan lebih jauh pasokan minyak mentah dan pembangunan kilang tersebut.

Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Libya akan memasok kebutuhan minyak mentah untuk kilang yang akan dibangun Pertamina di Banten.

Kilang yang direncanakan berkapasitas 300.000 barel per hari itu sudah mendapat komitmen pasokan sebanyak 150.000 barel dari Iran. "Sisanya, sebesar 150.000 barel per hari lagi akan berasal dari Libya," ujarnya.

Pemerintah mempersilahkan Pertamina membicarakan secara bisnis kelanjutan proyek kilang yang sebelumnya direncanakan di Tuban, Jatim dengan Iran dan Libya. (kpl/rit)