Dari target tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi minyak dan gas Indonesia di mana untuk minyak ditargetkan mencapai 215 juta barel.
Sebelum melakukan pengeboran sumur eksplorasi pihaknya terlebih dahulu melakukan studi cekungan di tempat-tempat yang diindikasikan mengandung minyak dan gas.
Selanjutnya dilakukan studi geologi dan geofisika setelah tampak ada prospek cekungan minyak.
"Saat ini telah berjalan di sejumlah tempat di Indonesia dan salah satunya di Karangenggal ini," katanya.
Pihaknya kemudian melakukan survei seismik dengan 2 dimensi atau 3 dimensi untuk melihat model jebakan minyak di bawah permukaan tanah. Pembuktian ada tidaknya minyak baru diketahui setelah ada aktivitas pengeboran.
Harun mengatakan, di Karangenggal saat ini telah dilakukan pengeboran sumur eksplorasi dengan kedalaman 3.200 m vertikal.
"Memang ada kandungan hidrokarbonnya atau gas tapi jumlahnya masih sedang kami uji," katanya.
Jika sumur tersebut terbukti menghasilkan minyak dan gas, pihaknya berharap hal ini mampu mempercepat produksi minyak tanah air untuk menggantikan yang telah ada sebelumnya agar keberadaan minyak tetap sustain di tanah air. (*/rsd)