Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta, Rabu mengatakan, jajaran Bulog dengan Departemen Pertanian telah mengadakan pertemuan yang hasilnya BUMN tersebut siap melakukan pengadaan beras dalam negeri tahun ini sebanyak 2,4 juta ton.
"Pengadaan sebanyak itu merupakan angka minimal, diharapkan Bulog bisa membeli gabah petani di atas 2,4 juta ton," katanya pada Rapat Nasional Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2008 Departemen Pertanian.
Dalam kegiatan yang diikuti 350 peserta dari seluruh dinas, badan maupun kantor lingkup pertanian provinsi Unit Pelaksana Teknis Pusat yang ada di daerah dan peserta pusat itu, Anton mengatakan, selama ini salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan lonjakan harga beras dengan melakukan impor.
Tapi, tambahnya, akan lebih baik jika langkah meredam kenaikan harga beras di pasar tersebut dengan menggunakan stok beras dalam negeri, sehingga turut meningkatkan kesejahteraan petani.
Pada kesempatan itu, Mentan mengungkapkan dari target peningkatan produksi beras sebanyak 2 juta ton pada 2007, realisasinya mencapai 1,64 juta ton atau 82 %.
Selain itu, sejumlah provinsi berhasil meningkatkan produksi gabah sebesar di atas 5 % dari tahun sebelumnya seperti yang ditetapkan pemerintah ketika mencanangkan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) awal 2007.
Ke 19 provinsi yang mampu menaikkan produksi beras di atas 5 % tersebut yakni Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jambi, Bengkulu dan Bangka-Belitung.
Selain itu Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua.
Menyinggung produksi pangan 2007 Anton mengatakan, untuk padi mencapai 57,07 juta ton setara beras 1,64 juta ton, naik 4,7 % dari tahun sebelumnya dan produksi jagung 13,28 juta ton pipilan kering lebih tinggi 14,39 % dari 2006.
"Peningkatan produksi tersebut ternyata tidak terjadi pada kedelai. Instrumen fiskal sepanjang 2007 berupa tarif impor 10 % ternyata belum mampu membuat harga kedelai menarik petani untuk berproduksi," katanya.
Sementara itu untuk 2008 pemerintah menargetkan produksi lima komoditas utama yakni padi 61 juta ton gabah kering giling (GKG), jagung 15,9-16,5 juta ton, kedelai 1,3 juta ton, gula 2,74 juta ton dan daging sapi 372 ribu ton. (*/rsd)