Humas PTPN 4, Lidang Panggabean, di Medan, Rabu, mengatakan, tahun ini manajemen masih memfokuskan perluasan kebun plasma dan kebun inti sawit di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut.
"Sebenarnya manajemen ingin ekspansi, tapi belum mendapatkan lahan baru disusul proses perizinanannya yang cukup rumit," katanya.
Dari total 17.600 Ha lahan yang tersedia di Madina, kata dia, tahun lalu PTPN 4 berhasil menambah areal seluas 3.850 Ha termasuk kebun plasma dan kebun inti.
Sedangkan rencana perluasan tahun ini, kata Lidang, mencakup 5.000 Ha kebun inti dan 4.900 Ha kebun plasma.
Mengenai lokasi pembangunan pabrik kompos dan PKS PTPN 4 itu, Lidang tidak menyebutkannya dengan dalih kurang tahu persis.
"Yang pasti PTPN 4 terus berupaya mengembangkan bisnis. Selain perusahaan dapat untung, pemerintah juga mendapat keuntungan dari penerimaan pajak," katanya.
Tahun lalu, meski produksi PTPN 4 turun dibandingkan 2006, setoran BUMN itu ke negara mencapai Rp494,075 miliar.
Sebelumnya, Direktur Produksi PTPN 4, Balaman Tarigan, mengatakan, penurunan volume produksi tahun lalu dipengaruhi turunnya produktivitas akibat cuaca yang kurang bagus.
Tahun 2006 produktivitas hasil perkebunan sawit perusahaan itu mencapai 21,4 ton per Ha, sedangkan tahun 2007 hanya rata-rata 21 ton per Ha. (*/rsd)