Asisten Manager Bidang Pembangkitan PT PLN Cabang Palu Ventje Wugouw di Palu, Jumat, mengatakan pemadaman bergilir yang sudah berlangsung tiga hari terakhir ini, akibat salah satu dari dua unit PLTU mengalami gangguan dan kini masih dalam perbaikan.
Mesin PLTU Unit Satu berkapasitas 1x15 megawatt (MW) mengalami gangguan, menyebabkan suplai daya listrik untuk sistem kelistrikan Palu berkurang.
"Otomatis kami harus kembali melakukan pemadaman bergilir agar pasokan daya listrik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri merata," katanya.
Sistem kelistrikan Palu yang juga memenuhi sebagian kebutuhan listrik di sejumlah desa Kabupaten Donggala sampai saat ini sangat tergantung pada PLTU, sebab mesin-mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Disel) yang dimiliki PLN rata-rata sudah menurun kemampuannya karena sudah beroperasi di atas 15 tahun.
Bila salah satu dari dua unit mesin PLTU maupun PLTD mengalami kerusakan, dipastikan terjadi pemadaman bergilir untuk sistem kelistrikan Palu, seperti yang telah berlangsung tiga hari terakhir ini.
"Pemadaman tidak bisa dihindari, sebab sistem kelistrikan di Palu hingga kini masih mengalami defisit daya listrik," ujar Wugouw seraya meminta masyarakat dapat memahaminya.
Pemadaman bergilir aliran listrik di Palu dan sebagian desa di Kabupaten Donggala hanya pada malam hari mulai dari pukul 18:30 WITA hingga 21:00 WITA.
Namun jika Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana di Kabupaten Poso dan PLTA Gumbasa di Kabupaten Donggala sudah beroperasi, beberapa kabupaten/kota, termasuk Palu dijamin bebas dari krisis listrik berkepanjangan.
Pembangunan proyek PLTA Sulewana diperkirakan rampung dan sudah mulai menyuplai daya listrik pada akhir 2009 atau awal 2010. Sementara pembangunan PLTA Gumbasa yang memanfaatkan sumber air Danau Lindu baru akan dimulai 2009.
Saat ini Pemkab Donggala bersama pihak perusahaan yang akan membangun proyek kelistrikan tersebut sedang dalam tahap membuat analisa dampak lingkungan (AMDAL). (*/lin)