Yanto, pedagang ikan di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Kamis (14/2) mengakui adanya ikan berformalin, bahan pengawet mayat, dijualbelikan pedagang yang ingin mendapatkan untung besar. Namun kebanyakan dilakukan pedagang ikan keliling.
"Ikan berformalin biasanya dari perusahaan pengiriman ikan," katanya. Ikan dari perusahaan itu tidak dikirim keluar daerah selanjutnya dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional melalui cukong-cukong ikan ataupun langsung ke pedagang ikan.
Sedangkan penyebab beredarnya ikan berformalin ke masyarakat, menurut dia, karena saat ini tangkapan nelayan Pangkalpinang berkurang sementara permintaan meningkat.
"Cara pedagang menjual ikan berformalin yakni dicampur dengan ikan segar yang baru saja diambil dari nelayan. Sedangkan ciri-ciri ikan berformalin, mata merah, daging ikan keras dan insang ikan keputih-putihan," ujarnya.
Untuk itu, tambahnya, konsumen ikan harus lebih berhati-hati memilih ikan berformalin dengan ikan berformalin, jangan tergiur dengan harga ikan ditawarkan murah, imbaunya.
Darman, pedagang ikan di Pasar Rumput, Pangkalbalam, mengaku resah dengan munculnya ikan berformalin karena dijual lebih murah dari ikan segar, sehingga dagangannya jadi sepi. "Gara-gara ikan formalin dagangan jadi sepi dan menjadi rugi karena orang cenderung memilih ikan murah," ujarnya.
Beredarnya ikan berformalin membuat ibu-ibu rumah tangga enggan membeli ikan di pasar-pasar maupun penjual ikan keliling.
"Untuk saat ini, lebih memilih membeli sayur-sayuran dan sekali-sekali daging sapi, sedangkan ikan untuk sekarang berhenti dulu," kata Rina, ibu rumah tangga.
Menurutnya, ikan berformalin bukan isu lagi tapi memang sudah dijual di sejumlah pasar tradisional Pangkalpinang karena terbukti pada minggu lalu dia sempat membeli ikan yang mengandung bahan kimia yang dipergunakan untuk pengawet tersebut. "Ikan formalin rasanya beda dan bau masakan seperti bau obat tidak seperti bau masakan ikan biasanya," ujarnya.
Dia mengharapkan pemerintah untuk mengadakan razia dan memeriksa ikan-ikan dijual di pasar. Selain itu minta pedagang agar tidak menjual ikan berformalin karena merusak kesehatan pembeli. (*/lin)