< >

Puluhan KK Dievakuasi dari Kebakaran Belukar di Dumai

Jum'at, 15 Februari 2008 18:20
Kapanlagi.com - Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) yang bermukim di Kelurahan Pelintung, Kota Dumai, Riau, terpaksa dievakuasi karena terus meluasnya kebakaran belukar di daerah itu sejak sepekan terakhir.

"Ada 30 KK warga yang kita minta secara mandiri mereka pindah dari lokasi yang terkepung api, karena kobaran api dan asap mengancam mereka," ujar Komandan Operasi Manggala Agni Kota Dumai, Jusman saat ditemui di lokasi kebakaran di Pelintung (sekitar 300 kilometer dari Pekanbaru), Kamis.

Hingga kini api masih berkobar dan tidak mampu dipadamkan oleh Tim Manggala Agni Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau. Sebuah rumah hangus terbakar dan tim berupaya menyelamatkan perumahan penduduk yang lain agar api dari kebakaran semak belukar tidak terus berkobar.

Kebakaran lahan belukar yang merembes hingga ke perkampungan warga itu, menurut Jusman, hampir merenggut seorang bayi di kilometer 44 pada Kamis (14/2) kemarin. Bayi berusia satu tahun bernama Fitri anak pasangan Nasir dan Imah itu dapat diselamatkan.

"Saat kami sedang sibuk memadamkan api di lahan-lahan yang terbakar di kilometer 45, kami diberi tahu masyarakat ada tiga rumah yang telah dikepung api di kilometer 44 dan di sana ada seorang bayi," ujar Jusman.

Ia mengatakan, posisi rumah penduduk itu pada lintasan arah api bergerak dan pihaknya langsung ke lokasi untuk memadamkan api. Tidak hanya menyelamatkan tiga rumah penduduk yang telah dikepung api dan asap tetapi juga seorang bayi yang terkurung dalam rumah.

"Dengan segala upaya kami berusaha mengisolasi ketiga rumah tersebut dari sambaran api. Upaya kami berhasil," katanya.

Menurut dia, untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk, tim juga telah meminta warga yang bermukim di daerah itu untuk pergi mengungsi ke rumah sanak saudara mereka yang tinggal di tempat yang aman.

Sementara itu dari pantauan, kebakaran hutan dan lahan yang melanda Pelintung itu tidak hanya di lahan belukar dan kebun masyarakat yang menuju jalan lintas Dumai-Sungai Pakning, tetapi api juga merambah ke kawasan yang dicanangkan untuk Kawasan Industri Pelintung

Kebakaran makin meluas, upaya pemadaman belum membuahkan hasil karena selain keringnya belukar juga lahan gambut yang kering dan dalam.

Lahan yang hangus sangat luas. Kobaran api yang melahap semak belukar dan kebun warga menimbulkan asap tebal di udara dengan jarak pandang tidak sampai lima meter dan bau asap sangat menyengat serta memedihkan mata.

Sementara itu kabut asap tebal menyelimuti Kota Dumai. Kota yang berada di pesisir timur Sumatera dan berhadapan dengan selat Malaka itu kini terancam "gelap gulita" karena tertutup asap dengan bau yang menyengat dan membuat mata pedih. (*/cax)