Presiden Toyota Motor Corp., Katsuaki Watanabe seperti dilaporkan The Japan Times di Tokyo, Jumat, mengatakan, pihaknya segera membangun pabrik di China dan India untuk memenuhi permintaan pasar yang sedang bertumbuh dengan cepat, akibat partumbuhan ekonomi yang tinggi yang dialami kedua negara tersebut.
"Peningkatan kapasitas produksi pabrik di China dan India sudah mendesak untuk dilakukan guna memenuhi pertumbuhan pasar yang ada," kata Watanabe dalam jumpa persnya di kantor pusat Toyota di Nagoya.
Lebih jauh Watanabe mengatakan, kapasitas produksi dari pabrik Toyota di China saat ini tidak bisa memenuhi permintaan pasar, sehingga diperlukan pabrik baru yang akan dibangun di sekitar Changchun, dimana Toyota memiliki pabrik yang memproduksi kendaraan hemat energi Prius Hybrid.
Menyinggung rencana bisnisnya di India, Toyota juga mengemukakan pihaknya akan melakukan hal serupa dengan membangun kendaraan dengan harga yang murah.
"Kami akan meluncurkan model-model kendaraan dengan harga yang murah," kata Watanabe.
Ia juga menegaskan prinsip Toyota bahwa pihaknya akan membangun mobil yang sudah pasti laku di pasaran.
Produsen otomotif dari Eropa dan Amerika Serikat juga membangun strategi yang sama, mengenalkan teknologi otomotif khusus untuk kalangan menengah bawah.
Pasar otomotif di China dan India saat ini mengalami booming sehingga menarik produsen otomotif dunia untuk melakukan ekspansi pasarnya di dua negara tersebut. Tentu saja pihak asing itu akan bersaing ketat dengan kendaraan produk asal dari negara tersebut yang sudah lebih dulu beredar di pasaran. (*/rsd)