< >

Beberapa Industri Global Komit Atasi Perubahan Iklim

Minggu, 17 Februari 2008 17:36
Kapanlagi.com - Beberapa industri global seperti Nokia dan Nike, menandatangani Deklarasi Tokyo, pada Climate Savers Summit 2008 yang diselenggarakan World Wide Fund For Nature (WWF) dan Sony di Tokyo, Jumat (16/02).

Deklarasi itu merupakan komitmen untuk bersama-sama mengatasi perubahan iklim, dan menekankan bahwa emisi gas rumah kaca dunia harus dikurangi hingga lebih dari 50% sampai tahun 2050, demikian siaran pers WWF-Indonesia.

Penurunan emisi, demikian dinyatakan, harus sudah mulai terlihat signifikan pada 10 atau 15 tahun menandatangani agar menjaga pemanasan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celcius.

Deklarasi Tokyo yang dipresentasikan ketua pertemuan sekaligus CEO Sony, Sir Howard Stringer, di malam ketiga ulang tahun implementasi Protokol Kyoto, menurut WWF adalah panggilan bagi komunitas pebisnis global dalam mengambil tindakan.

"Di Sony, kami percaya bahwa sangat tidak mungkin bagi sebuah bisnis untuk berkembang jika tidak didukung kondisi lingkungan yang baik," katanya.

Oleh karena itu, perusahaannya komit menggunakan kemampuan teknologi dan pengetahuan untuk mengurangi dampak yang ditinggalkan di planet Bumi, sekaligus membantu konsumen mengurangi dampaknya di lingkup rumah.

Para penandatanganan Deklarasi Tokyo dan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Climate Savers WWF, kata siaran pers tersebut, telah berhasil mencapai target ambisius penurunan emisi yang mereka janjikan ketika bergabung dengan program Climate Savers.

Dengan adanya deklarasi, mereka memperbesar efeknya dengan mengajak dan mendorong mitra bisnis lain untuk mengambil langkah efektif dalam menurunkan emisi.

Kemudian, secara bersama-sama mempromosikan dan gaya hidup rendah karbon kepada klien dan konsumennya.

"Program Climate Savers WWF dan Deklarasi Tokyo menawarkan lingkup yang lebih luas bagi para pebisnis untuk berkontribusi menyukseskan aksi terkait perubahan iklim," kata Director General WWF-International James Leape.

Menurut dia, perusahaan- perusahaan itu patut diberi penghargaan karena tidak hanya memberi contoh dalam penentuan target penurunan emisi, tapi juga berkeinginan kuat mendorong pemerintah, lingkup komunitas bisnis yang lebih luas, serta klien dan konsumen.

Dengan Deklarasi Tokyo, perusahaan-perusahaan itu menargetkan untuk mengangkat insentif dan benefit dari tindakan sukarela dan inovatif yang dilakukan sejak awal untuk perubahan iklim.

Direktur Program Iklim dan Energi, WWF-Indonesia Fitrian Ardiansyah, mengatakan, perusahaan-perusahaan di Indonesia berpeluang besar untuk berkontribusi, terutama dengan penghematan energi, inovasi desain produk, pengalihan ke sumber energi yang terbarukan, dan pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak merusak ekosistem.

Semua itu, katanya, akan membuat perusahaan lebih efektif dalam pembiayaan dan mempunyai citra yang baik di pasar, seperti yang telah dicontohkan perusahaan berskala global.

Berapa perusahaan Indonesia telah memiliki pasar di tingkat internasional. Dengan adanya perubahan iklim, permintaan produk yang ramah lingkungan dan hemat energi semakin meningkat.

"Dengan memungut prinsip Climate Savers, perusahaan Indonesia dapat meningkatkan daya saing di tingkat internasional, sekaligus secara nyata menunjukkan kepedulian pada lingkungan yang lebih baik di Indonesia," kata Fitrian. (*/lpk)