"Pertumbuhan (permintaan) semen tujuh persen, sekarang kebutuhan domestik sekitar 39 juta ton per tahun," kata Menperin Fahmi Idris di Jakarta, Selasa.
Depperin memperkirakan dengan pertumbuhan sebesar tujuh persen, maka permintaan semen domestik pada 2012 mencapai sekitar 60 juta ton per tahun.
"Jadi perlu ada penambahan produksi semen," ujar Fahmi. Hal itu terkait kapasitas produksi semen nasional saat ini yang baru mencapai sekitar 47 juta ton per tahun.
Untuk itu, kata dia, sejumlah BUMN semen telah berencana menambah kapasitas produksinya. Ia mengatakan BUMN semen yang bernaung pada Grup Semen Gresik yang akan menambah kapasitas produksi.
"PT Semen Gresik akan menambah kapasitas sebesar 2,5 juta ton per tahun,. Proyek penambahan kapasitas produksi itu akan selesai pada 2010 dan dilakukan di tempat produksi sekarang," katanya.
Hal yang sama akan dilakukan BUMN yang menjadi anak perusahaannya yaitu PT Semen Tonasa dan PT Semen Padang. Dua perusahaan itu akan menambah kapasitas produksi, masing-masing sekitar 2,5 juta ton per tahun.
"Penambahan kapasitas produksi PT Semen Tonasa akan selesai 2010 dan PT Semen Padang pada 2011," katanya.
Untuk mengantisipasi permintaan semen yang terus meningkat, menurut Fahmi, pemerintah juga mendorong BUMN semen lainnya yaitu PT Semen Baturaja dan PT Semen Kupang untuk menambah kapasitas produksi.
"Memang keputusannya belum final, terkait adanya inefisiensi di PT Semen Kupang meskipun telah disuntik penyertaan modal pemerintah tetap. Tapi dua pabrik ini juga akan dikembangkan kapasitasnya," kata Fahmi.
Saat ini kapasitas produksi PT Semen Kupang mencapai 570 ribu ton semen per tahun dan PT Semen Baturaja sebesar 1,25 juta ton per tahun.
Selain BUMN semen, produsen semen swasta seperti PT Indocement Tunggal Prakarsa, menurut dia juga akan pengembangan produksinya sebesar 2,5 juta ton. "Proyek itu akan selesai pada 2010 dan ini akan bangun di Kalimantan Selatan," katanya.
Demikian pula PT Holcim dan PT Semen Andalas. PT Holcim akan memperbesar produksinya di Tuban pada 2011 dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun dan PT Semen Andalas akan mengembangkan kapasitas produksinya di Bahorok, sebelah timur Sumatera Utara .
"Jadi (peningkatan) kebutuhan semen di dalam negeri sudah diantisipasi," ujar Fahmi. (*/rsd)