< >

Mogadishu Kembali Memanas, 4 Polisi Tewas

Selasa, 19 Februari 2008 19:05
Kapanlagi.com - Empat polisi Somalia dan tiga warga sipil tewas dalam pertempuran seru selama berminggu-minggu antara pasukan pemerintah dan milisi Islam di ibukota Mogadishu , kata para saksi mata, Selasa.

Penduduk mengatakan pertempuran meletus Senin petang sekitar Pasar Bakara , yang menurut pihak berwenang adalah satu lokasi panas kegiatan gerilyawan. Penduduk lokal yang ketakutan di rumah-rumah mereka ketika kedua pihak terlibat baku tembak artileri dan senapan mesin.

"Saya melihat empat pria berseragam polisi tewas tergeletak di jalan," kata seorang saksi mata , Abdi Hassan.

Seorang penduduk lainnya , Faiza Ahmed mengatakan sebuah truk pemerintah yang membawa senjata berat terbakar ketika pria-pria bersenjata senapan-senapan serbu dan granat berpelontar roket menguasai sebentar sebuah persimpangan jalan utama yang ditinggalkan pasukan pemerintah.

Para saksi mata mengatakan satu peluru mortir yang nyasar menewaskan seorang pria tua ketika rumahnya di dekat pasar itu kena serangan.

Dahir Mohamed Mohamud , deputi direktur Rumah Sakit Madina Mogadishu, mengatakan 11 orang cedera akibat baku tembak itu masuk rumah sakit itu dan dua diantara mereka meninggal dalam ruang darurat.

Aksi kekerasan memburuk dalam pekan-pekan belakangan ini di ibukota Somalia itu , di mana pemerintah sementara dan sekutu militer Ethiopia mereka menghadapi perlawanan dari sisa-sisa anggota Pengadilan Islam yang berhaluan keras yang mereka usir dari kota itu setahun lalu.

Ratusan anggota pasukan perdamaian Uni Afrika dari Uganda dan Burundi tidak mampu menghentikan pertumpahan darah itu.

Para pejabat pemerintah tidak bisa segera dihubungi untuk diminta komentar mereka mengenai pertempuran terbaru itu, Selasa pagi. Sejumlah pasukan Somalia dan polisi mempatroli daerah Bakara , memeriksa para pejalan kaki dan kendaraan-kendaraan untuk mencari senjata.

"Sejumlah besar pasukan pemerintah terlibat dalam operasi pencarian di dalam pasar itu," kata pedagang Mohamed Oesman. Dalam aksi kekerasan lain di Somalia selatan , milisi yang setia pada kelompok Pengadilan Islam menyerang Doble, sebuah kota kecil persis di seberang perbatasan Kenya.

Ahmed Nur Dalab , ketua dewan tokoh adat daerah itu , mengatakan pria-pria bersenjata berat menghancurkan ruang-ruang video dan membunuh pemilik sebuah bioskop dan toko penyewaan musik . (*/rsd)