Ketika melakukan tatap muka dengan jajaran pers di Bali, Pangdam mengatakan, aksi penyelundupan yang dilakukan para pedagang liar, selama ini memanfaatkan kelengahan para petugas yang siaga di garis perbatasan.
Pangdam mengakui kalau patroli dari petugas tentu tidak secara terus menerus siang dan malam dapat mengawasi garis perbatasan yang panjangnya lebih dari 140 kilometer.
Selain cukup panjang, di garis perbatasan NTT dengan Timor Leste itu juga cukup banyak ditemukan lubang-lubang "tikus". "Nah, di tempat-tempat itu mereka menyelundupkan sembako, bahkan mungkin senjata saat kawasan tersebut luput dari pengawasan petugas," katanya.
Pangdam mengungkapkan, aksi penyelundupan sembako ke wilayah Timor Leste masih sangat dimungkinkan dilakukan para pedagang liar sehubungan harga berbagai kebutuhan di negeri tetangga jauh lebih tinggi ketimbang di NTT.
"Sembako dan berbagai barang-barang lainnya, harganya jauh lebih tinggi. Ini yang merangsang para pedagang menyelundupkan barang ke Timor Leste," katanya.
Kendati demikian, jumlah aksi tersebut tidak semarak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kata panglima tanpa merinci jumlah kasus yang sempat terjadi.
Mengenai personel keamanan yang disiagakan, Pangdam menyebutkan, selama ini pihaknya menempatkan sebanyak 1.339 personel TNI dengan persenjataan lengkap di garis perbatasan yang memanjang lebih dari 140 kilometer.
"Pasukan sebanyak itu ditempatkan pada 26 pos yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, dan 13 pos lain yang melingkar di daerah Okusi," katanya.
Panglima menyebutkan, meski kondisi di daerah perbatasan masih cukup tenang, namun petugas tetap disiagakan dengan cukup ketat, yang sewaktu-waktu mengecek keberadaan orang yang melintas batas.
Menyinggung para pelintas batas, Mayjen Situmeang menyebutkan selama ini daerah perbatasan memang tercatat cukup ramai dilalui warga yang menyeberang antarnegara.
"Ratusan orang tiap harinya bulak-balik NTT-Timor Leste dengan berbagai kepentingan. Kendati begitu, situasi di wilayah tersebut tetap berlangsung aman-aman saja, tidak ada gangguan keamanan yang cukup mencolok," katanya. (*/rsd)