Seruan bersama tersebut mengimbau seluruh umat beragama untuk mematuhi dan menghormati "Catur Brata Penyepian" yang wajib dilakukan umat Hindu pada peralihan tahun baru Saka, kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Drs I Gusti Ngurah Sudiana di Denpasar, Rabu.
Seruan tersebut ditanda tangani sejumlah komponen di Bali, yakni Asisten II Sekprop Ir Wayan Subagiartha, Kakanwil Departemen Agama I Gusti Agung Kade Suthayasa, Ketua MUI H Roichan, Keuskupan Denpasar Yosel Word SVD, dan Ketua MPAG (Musyawarah Pelayanan Antar-Gereja) Bishop I Nyoman Suwandha.
Kemudian Ketua Walubi (Wadah Antar-Lembaga Umat Budha Indonesia) Ida Rahoela, Ketua Matakin Budi S Pribadi, Ketua FKKAUB (Forum Komunikasi Kerukunan Antar-Umat Beragama) Ida Bagus Wiyana dan Bendesa Agung MUDP Bali Anak Agung Gede Putra.
Umat Hindu diharapkan dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan sebaik-baiknya dan umat lain diimbau dapat menyesuaikan diri serta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Karena tahun baru Saka kali ini jatuh pada hari Jumat, umat Islam diimbau melaksanakan shalat Jumat di masjid terdekat dari tempat tinggal dengan berjalan kaki.
Umat Islam yang tempat tinggalnya jauh dari masjid dan mushala diimbau melaksanakan shalat dengan menggunakan fasilitas atau tempat lain yang ada di lingkungannya setelah dimusyawarahkan dengan aparat desa, lurah setempat.
Gusti Sudiana mengatakan, penggunaan pengeras suara hanya untuk jamaah di dalam masjid. Untuk menghindari kemungkinan ketidak hadiran khatib yang bertugas pada hari Jumat (7/3), supaya ditunjuk khatib dari masjid bersangkutan.
Demikian pula umat Kristen, Katolik, Budha dan Konghucu, juga harus dapat menyesuaikan diri.
Imbauan dan seruan bersama dalam menyukseskan pelaksanaan Hari Raya Nyepi merupakan kesepakatan baku di antara pimpinan dan tokoh umat beragama, namun kali ini lebih dimantapkan lewat pertemuan antar pimpinan lembaga umat beragama, ujar Sudiana. (*/cax)