Kadis Perhubungan Maluku, Benny Gaspersz, ketika dikonfirmasi di Ambon, Rabu petang, memastikan, meninggalnya Ayeb berdasarkan laporan dari Kepala Pelabuhan Tual, Maluku Tenggara. Sementara rekannya, yang bernama Asep dan Ferry ternyata selamat bersama enam penumpang, termasuk juragan longboat. Ketiganya ke Elat dalam rangka survei pembangunan dermaga penyeberangan di sana. Mereka tenggelam sekitar 10 mil dari Desa Lum karena dihantam ombak besar. Benny mengakui, masih melakukan koordinasi dengan Kepala Pelabuhan Tual, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara untuk mengirimkan kapal guna mengevakuasi Ayeb ke Tual.
"Upaya evakuasi maupun pencaharian terhambat ombak tinggi, angin kencang dan cuaca buruk,"tambahnya. Almarhum Ayeb bila telah dievakuasi ke Tual, selanjutnya ke Kota Ambon guna diterbangkan ke Bandung. Benny juga mengungkapkan, satu longboat berdasarkan surat kawat tim SAR pada Senin(18/2) itu juga dihantam ombak besar dan angin kencang sehingga hanyut pada perairan di Desa Latuhalat, Pulau Ambon. Untungnya, armada laut dengan 11 penumpang, termasuk juragannya, Rachman Wally berhasil diselamatkan.
"Jadi para pengusaha pelayaran yang armadanya di bawah kapasitas 50 GT hendaknya menangguhkan pelayaran karena cuaca buruk dan angin kencang sebagaimana peringatan Adpel Ambon, Tumorang Hutasoit setelah diberi tahu Badan Meteorologi Pattimura Ambon," demikian Benny Gaspersz. (*/cax)