< >

Pasokan Listrik Mulai Berkurang Bali Diminta Berhemat

Rabu, 20 Februari 2008 18:13
Kapanlagi.com - PLN Distribusi Bali diminta melakukan penghematan penggunaan energi listrik sebesar sepuluh mega watt (MW), sehubungan terjadinya penurunan pasokan pada interkoneksi Jawa-Bali sebesar 625 MW.

"Berkurangnya pasokan listrik sebesar 625 MW itu harus ditanggung bersama oleh PLN di Jawa-Bali. Hal itu terjadi akibat terlambatnya pasokan bahan bakar minyak dan batu bara untuk menggerakkan sumber pembangkit listrik," kata Humas PLN Distribusi Bali, I Wayan Redika di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, pengurangan pasokan energi listrik sebesar 625 MW dan Bali harus menanggungnya sebesar 10 MW mulai Rabu 20/2) sore.

Untuk itu pihaknya telah menghubungi sejumlah hotel berbintang agar mengoperasikan generator set (genset) masing-masing, sebagai upaya menghemat penggunaan listrik yang bersumber dari PLN.

Kalangan hotel ditarget mampu melakukan penghematan sebesar lima MW. Lima MW lainnya ditanggung oleh sekitar 700.000 konsumen di Bali, dengan masing-masing pelanggan melakukan penghematan 50-100 watt.

"Jika berbagai upaya dan antisipasi yang telah dilakukan itu tidak membuahkan hasil, maka pemadaman bergilir tidak bisa dihindari. Dengan sangat terpaksa kita melakukan itu," ucap Redika.

Sehubungan terlambatnya pasokan BBM dan batu bara untuk menggerakkan pembangkit listrik akibat cuaca buruk belakangan ini, PLN Bali sejak dini telah mengimbau konsumen untuk melakukan penghematan.

Cuaca yang belum membaik itu diperkirakan berlangsung sampai akhir Pebruari 2008, dan sekitar 700.000 konsumen listrik di Bali diharapkan dapat melakukan antisipasi serta berperan secara aktif guna menghindari terjadinya pemadaman bergilir.

Masyarakat diimbau menggunakan listrik secara bijak, ujar Wayan Redika seraya menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menghemat penggunaan energi listrik.

Program Banjar Galang Shanti (BGS) merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat melakukan penghematan terhadap penggunaan energi listrik.

Lewat gerakan penghematan tersebut diharapkan mampu menurunkan beban puncak minimal sebesar 69 MW atau 28,9 persen dari beban puncak yang selama ini tercatat 439,1 MW.

Bali selama ini memiliki persediaan energi listrik berkapasitas 580 MW yang bersumber dari pasokan kabel bawah laut dari Pulau Jawa 200 MW, pembangkit listrik Gilimanuk 130 MW, PLTD Pesanggaran 120 MW dan PLTG Pemaron 80 MW. (*/rsd)