< >

Gawat, Listrik Jawa Bali Dalam Kondisi Darurat

Rabu, 20 Februari 2008 19:47
Kapanlagi.com - Pemerintah akan mengumumkan kondisi kelistrikan sistem Jawa dan Bali dalam keadaan darurat, apabila sampai Kamis (21/2) defisit listrik mencapai 1.500 MW. "Kalau defisit listrik membengkak sampai 1.500 MW, maka kami akan mengumumkan kondisi darurat," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kondisi kelistrikan sistem Jawa dan Bali memburuk akibat kapal pengangkut bahan bakar tidak bisa merapat menyusul cuaca buruk, sehingga mengganggu operasional pembangkit.

Sebelumnya, General Manager Pusat Pengatur dan Penyalur Beban (P3B) Jawa-Bali PT PLN Muljo Adji AG mengatakan, akibat cuaca buruk, operasi sejumlah pembangkit kemungkinan terhenti.

Sistem kelistrikan Jawa-Bali pada Kamis (21/2) diperkirakan mengalami defisit sekitar 1.000 MW.

"Dengan defisit sebesar itu berarti sistem Jawa-Bali sudah masuk tahap darurat atau kritis," katanya.

Muljo menambahkan, guna menghindari pemadaman yang meluas di Jawa dan Bali, mulai Rabu ini PLN meminta semua pelanggan mengurangi pemakaian listriknya sebesar 10-20 %, kecuali industri yang listriknya buat kegiatan produksi.

"Kami juga meminta pelanggan yang memiliki genset agar mengoperasikannya untuk pemakaian sendiri mulai Kamis (21/2) besok, sampai kondisi darurat terlewati," katanya.

Menurut Muljo, sampai saat ini kondisi cuaca di laut Jawa masih belum membaik. Pada Rabu pagi ini kecepatan angin sekitar 35 km per jam dengan tinggi gelombang 2,5-3 meter.

Ia mengatakan, sejumlah pembangkit akan berhenti operasi bila kondisi cuaca masih belum membaik, antara lain PLTU Tanjung Jati (Jateng) akan berhenti operasi pada Kamis (21/2). Saat ini, dari dua unit pembangkit itu, hanya satu unit yang beroperasi dengan beban minimal 250 MW.

Selanjutnya, PLTU Cilacap akan berhenti operasi pada Kamis (21/2). "Pada Selasa (19/2) malam, pembangkit unit I berhenti operasi dan unit II hanya beroperasi dengan beban minimal 160 MW," ujarnya.

Ia melanjutkan, saat ini, stok bahan bakar solar (HSD) di PLTGU/PLTU Muara Karang juga sudah habis. Sedangkan minyak bakar akan habis pada Kamis (21/2). Saat ini, pembangkit itu hanya beroperasi 475 MW.

"Stok HSD PLTGU Muara Tawar juga mulai terbatas dan Rabu ini, tiga unit di antaranya sudah tidak bisa beroperasi," tambahnya.

Sementara itu, pasokan batubara ke PLTU Paiton yang dioperasikan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) akan masuk 6.000 ton pada Rabu ini, 16.000 ton pada Kamis (21/2), dan 16.000 ton pada Jumat (22/2).

"Bila bongkar muat batubara dapat dilakukan, maka Paiton PJB tetap beroperasi," lanjut Muljo.

Sedangkan, stok batubara PLTU Suralaya, dan PLTU Paiton yang dioperasikan PT Jawa Power dan PT Paiton Energy Company masih cukup hingga di atas 20 hari. (*/rsd)


BERITA TERKAIT