< >

Penuhi Tawaran PLN NTT Bangun Pabrik Biodiesel

Rabu, 20 Februari 2008 20:19
Kapanlagi.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) segera membangun pabrik biodiesel untuk memenuhi tawaran PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah NTT yakni sebanyak 95 ribu kiloliter/tahun minyak jarak pagar (Jatropa L. curcas) pengganti solar.

"Kami upayakan pabrik biodiesel itu dapat terealisasi secepatnya karena sudah ada dukungan mesin pengolah minyak jatropa bantuan Departemen Perdagangan berkapasitas besar yakni 300 kiloliter/tahun," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Ir Eddy Ismail, MM, di Kupang, Rabu.

Ismail mengatakan pabrik biodiesel itu akan dikelola Perusahaan Daerah (PD) Flobamor milik Pemerintah Provinsi NTT atau dipercayakan kepada koperasi agar memudahkan petani jatropa menyalurkan komoditinya.

Pabrik pengolahan minyak jatropa itu akan berlokasi di areal seluas 1.200 meter persegi di Kawasan Industri Bolok (KIB). Posisi mesin pengolahan minyak jatropa itu pada areal seluas 50 meter persegi, yang nantinya ditunjang oleh fasilitas pendukung seperti gudang dan prasarana lainnya.

"Apakah PD Flobamor atau koperasi sangat tergantung Pak Gubernur, kami selaku dinas teknis sudah melakukan kajian untuk disampaikan kepada beliau. Kita tunggu saja keputusannya," ujarnya.

Menurut dia, untuk mengoptimalkan mesin pengolahan minyak jatropa itu dibutuhkan dana pendukung sedikitnya sebesar Rp397,3 juta sebagai biaya operasional dan infrastruktur penunjang pabrik seperti bak pengolah limbah, bak penampung air beserta dinamo dan instalasinya serta pagar pengaman.

Dana tersebut dapat bersumber dari Perubahan APBD NTT tahun anggaran 2008 karena tidak teralokasi saat pembahasan rancangan APBD 2008 pada Desember tahun lalu.

"Dukungan panitia anggaran eksekutif dan legislatif sangat diperlukan karena dana operasional pabrik biodiesel itu berpengaruh besar terhadap upaya pemenuhan tawaran minyak jatropa dari manajemen PLN," ujar Ismail.

Ia menambahkan, manajemen PLN Wilayah NTT telah bersedia membeli minyak jarak sebanyak 95 ribu kiloliter/tahun, sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar.

PLN menargetkan pengurangan penggunaan BBM (solar) minimal lima persen dalam tahun 2007 atau sekitar 4.000 ton solar dari total kebutuhan 80 ribu ton lebih setiap tahun.

Sejauh ini solar untuk kebutuhan listrik PLN dibeli dengan harga Rp6.000 hingga Rp6.600/liter dan jika terjadi pengurangan empat ton bahan bakar melalui pengalihan ke energi terbaharukan maka terjadi efisiensi dana sebesar Rp24 miliar.

"Kami sudah koordinasikan dengan manajemen PLN dan mereka akan berupaya memanfaatkan minyak jarak produksi petani NTT untuk manajemen kelistrikan. Bahkan bersedia membeli minyak jarak dengan harga Rp4.000-5.000/liter atau hanya selisih Rp1.000 lebih dari BBM solar," ujar Ismail. (*/rsd)

KOMENTAR PEMBACA

M. Zuhudy Kadran (23-12-2008 07:32:09)
saya sangat mendukung PLN NTT menggunakan biodiesel sebagai pengganti solar, karena selain sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, penggunaan biodiesel ini juga mengurangi ketergantungan akan pemakaian bahan bakar minyak berbasis fosil. apabila program PLN NTT menggunakan bahan bakar biodiesel berhasil, saya harapkan program ini disosialisasikan sebagai contoh bagi daerah lain.



Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar