"Kita harus berjanji kepada dia (Castro) bahwa kita semua bersatu, sekarang dan untuk selamanya, akan dapat menjunjung tinggi martabat tanah air ini, untuk membuat negara ini lebih adil, bebas, lebih independen, lebih berdaulat, lebih indah," kata Alarcon, 70 tahun dalam satu pertemuan dengan para tokoh olahraga yang disiarkan televisi.
Castro, setelah hampir 50 tahun berkuasa, mengumumkan dalam sebuah suratkabar resmi ia tidak akan memperpanjang lagi jabatan penting negara itu dalam pemilihan parlemen Ahad depan karena kesehatannya yang lemah membuat dia tidak akan bisa mengabdi penuh pada jabatan itu .
Castro, 81 tahun tidak terlihat muncul di publik sejak menjalani operasi usus Juli 2006 dan menyerahkan kekuasaan sementara kepada adiknya yang juga menteri pertahanan Raul Castro, 76 tahun.
Sebagai ketua Majelis Nasional, Alarcon termasuk dalam jajaran para pemimpin penting Kuba, setelah Raul Castro, untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan Kuba jika seandainya terjadi satu keadaan darurat. Yang lainnya termasuk Wakil Presiden Carlos Lage, 56 tahun. (kpl/dar)