Untuk menghindari kejadian itu, masyarakat hendaknya secara aktif mendaftarkan anjing ras asli daerah Kintamani yang dipeliharanya, sehingga yang terdaftar pada Perkin bisa segera mencapai angka seribu ekor.
Jika jumlah yang teregistrasi telah mencapai seribu ekor, maka keberadaan binatang peliharaan dengan ciri khas berbulu panjang itu bisa diakui dunia internasional.
Ia seusai bertemu dengan Walikota Denpasar, Drs AA Puspayoga mengatakan, untuk mencapai keinginan tersebut Perkin Bali melakukan sosialisasi lewat kegiatan jalan santai bersama anjing peliharaan masing-masing pada awal Maret mendatang di Denpasar.
Dalam kegiatan nanti akan dilakukan demo berbagai kemampuan anjing ras kintamani di depan masyarakat termasuk para penggemarnya. Melalui sosialisasi itu diharapkan juga akan mengangkat harkat binatang peliharaan tersebut.
Sumerta mengatakan, memelihara anjing kintamani, binatang yang berbulu bersih itu secara baik, maka hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan anjing ras dari luar yang selama ini telah menjadi kebanggaan banyak orang.
Untuk menuju pengakuan dunia internasional, Perkin Bali harus menghimpun setidaknya seribu ekor anjing ras kintamani. Untuk mencapai jumlah tersebut tidak terlalu sulit, apalagi keberadaan anjing kebanggaan itu semakin mendapat perhatian penghobi satwa.
Puspayoga pada kesempatan itu mengaku sangat mendukung pemuliabiakan anjing ras kintamani, sehingga kedepan satwa kesayangan masyarakat Bali itu bukan saja diakui di tingkat nasional tetapi dunia internasional.
Populasi anjing kintamani semakin berkembang juga berkat peran Perkin yang sangat strategis, dengan terus mensosialisasikan cara pemeliharaanya.
Anjing kintamani memiliki intelegensi tidak kalah dengan anjing ras luar negeri. Dinas Peternakan Kota Denpasar diminta bersinergi program dengan Perkin Bali, termasuk mengantisipasi banyaknya anjing liar di berbagai sudut kota. (*/rsd)