Rasyid, pengecer elpiji di Jalan M.Yamin Medan, mengatakan, selain harga jual yang semakin mahal, stok elpiji itu juga terbatas.
Menurut dia, harga jual sebelumnya masih Rp60.000-Rp63.000/tabung.
Banyak konsumen menanyakan kelangkaan dan mahalnya harga elpiji di Medan itu, katanya.
Dia mengakui, harga jual yang mahal yang ditetapkan pedagang itu untuk tetap mempertahankan keuntungan di tengah pasokan yang terbatas.
M.Harahap, pengecer elpiji di Jalan Perjuangan Medan, juga mengakui adanya pengurangan pasokan elpiji itu.
"Biasanya saya mendapat sekitar 30 tabung per minggu, kini hanya 10 tabung dan bahkan dibawahnya. Apabila sudah habis, belum tentu dalam waktu cepat mendapatkan elpiji itu," katanya.
Mengutip distributor, dia menjelaskan, barang di pasar berkurang itu disebabkan pasokan dari Pertamina juga terbatas. (kpl/rit)