Dulmatin melarikan dari Indonesia segera setelah memainkan peran dalam serangan-serangan bom di Bali tahun 2002 di mana lebih dari 200 orang, sebagian besar wisatawan tewas.
Mayor Eugene Batara mengatakan mayat yang ditemukan pekan lalu di pulau Tawi-Tawi di ujung selatan kepulauan Filipina itu belum secara resmi diidentifikasi.
Ia mengatakan tes-tes DNA yang sedang dilakukan oleh FBI (Biro Penyelidik Federal) AS dan polisi Filipina akan memutuskan identifikasi mayat itu.
Dulmatin diperkirakan tewas dalam baku tembak dengan militer di Tawi-Tawi 31 Januari.
Para pengamat keamanan dan polisi Indonesia menyatakan ragu bahwa itu adalah mayat Dulmatin.
Batara mengatakan Alfa Moha, seorang anggota kelompok garis lokal Filipina, Abu Sayyaf, mengemukakan kepada mereka di mana mayat itu dikuburkan.
Ia mengatakan Moha bertemu Dulmatin tahun lalu segera setelah direkrut oleh Abu Sayyaf.
Dulmatin dan temannya di JI, Umar Patek bersembunyi di Filipina selatan selama lima tahun belakangan ini, dilindungi kelompok Abu Sayyaf , yang dituduh melakukan serangan paling berdarah dalam sejarah negara itu.
Pemerintah AS menawarkan hadiah US$10 juta bagi penangkapan Dulmatin , seorang tokoh senior JI. (*/rsd)