Aparat penegak hukum tersebut akan bertukar informasi di Markas Besar Kepolisian Jepang (National Police Agency-NPA), mengenai makanan yang telah menyebabkan ratusan warga Jepang jatuh sakit setelah memakan gyoza, demikian laporan NHK di Tokyo, Kamis.
Para pejabat kepolisian dari kedua negara akan melakukan kerja sama penyidikan guna mencari tahu asal muasal racun tersebut. Pertemuan akan berakhir Jumat (22/2) besok.
Delegasi kepolisian Cina dipimpin oleh Yu Xinmin, Wakil Direktur Biro Investigasi Kejahatan Kementerian Keamanan Publik Cina, dan melibatkan sepuluh orang, termasuk para ahli obat-obatan terlarang. Sementara dari pihak NPA juga akan melibatkan sepuluh anggotanya.
Pihak Jepang sendiri mengemukakan hasil penyelidikannya yang telah menemukan pestisida jenis methamidophos dan telah meminta mitranya dari Cina untuk membuktikan hasil penyelidikannya juga, baik berupa rekaman dari proses pembuatan di pabrik asal gyoza itu, maupun kegiatan dari para pekerja pembuat gyoza.
Tim penyelidik Jepang juga telah menemukan bahwa pestisida memang dicampurkan kedalam gyoza sejak dari pabrik pembuatannya di Cina. Namun Cina menolaknya.
Pejabat Cina bahkan menuding ada pihak-pihak yang tidak senang melihat terjalinnya kembali persahabatan kedua negara, dan menginginkan permusuhan terus terbangun di antara dua raksasa ekonomi Asia itu.
Anti Makanan China
Kasus gyoza yang bermula di awal 2008, telah membuat warga Jepang tidak mau memakan makanan Cina lagi. Sebuah survei yang dilakukan kantor berita Jepang, Kyodo, akhir pekan lalu, menyebutkan 76 persen orang Jepang kini anti makanan Cina.
Masalah makanan sehat memang menjadi syarat mutlak publik Jepang, sampai-sampai di setiap restoran ataupun makanan yang dijual di toko atau supermarket harus menempelkan kandungan dan besaran kalori jenis makanan tersebut.
Hal itu juga yang telah membuat PM Jepang Yasuo Fukuda sampai-sampai mengikuti kegiatan inspeksi yang dilakukan pihak pemerintah mengenai gyoza di sejumlah supermarket.
Sebelumnya, gyoza merupakan makanan favorit yang tersedia di semua restoran dan supermarket di seantero Jepang.
Kasus Gyoza diketahui sejak Januari lalu, dan kini telah meminta korban sedikitnya 200 orang keracunan makanan di sejumlah daerah. Menurut harian Yomiuri Shimbun, warga menderita keracunan setelah memakan produk impor Cina yang dibuat pada bulan Mei - Juni 2007. (kpl/dar)