Dirut PLN Eddie Widiono di Jakarta, Jumat mengatakan, pihaknya juga mengkaji penyaluran BBM ke PLTU tersebut melalui jalan darat dari Semarang.
"Jika pasokan batubara masih terhambat karena kendala cuaca, maka BBM akan dipasok melalui jalan darat," katanya usai meresmikan lima gedung baru senilai Rp28 miliar di lingkungan PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (Disjaya).
Menurut dia, pihaknya akan terus menekan defisit pasokan listrik akibat pasokan batubara dan BBM yang terganggu cuaca buruk sekarang ini.
Selain Tanjung Jati B, PLN juga mengkaji pemasokan BBM melalui jalan darat ke pembangkit lainnya.
PLTU Tanjung Jati B merupakan salah satu pembangkit andalan di sistem Jawa-Bali.
Namun, cuaca buruk menghambat pasokan batubara dari Kalimantan ke PLTU tersebut sehingga kapasitas terpasang sebesar 1.320 MW hanya bisa berproduksi 250 MW.
Sementara itu, PLN membangun lima gedung yang difungsikan sebagai kantor pelayanan, yaitu di Sunter, Grogol, Cikokol, dan Tangerang, serta kantor distribusi dan Wisma PLN di Cipayung.
General Manager PLN Disjaya Fahmi Mochtar mengatakan, pembangunan gedung tersebut merupakan upaya PLN lebih meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan.
Ia menambahkan, omzet penjualan listrik di Disjaya mencapai sekitar Rp20 triliun per tahun. (*/rsd)