"Kami para pengusaha siap mengubah pola pengiriman sapi hidup menjadi dalam bentuk daging yang terjamin higienitasnya ke Jakarta," kata Sekretaris Asosiasi Pedagang Sapi Bali (ASPI), Kadek Swanjaya SE MBA, Sabtu.
Ketika ditemui ANTARA di kantornya di Kuta, disebutkan bahwa kesiapan mengubah pola kirim sapi menjadi dalam bentuk daging itu juga sesuai harapan Gubernur Bali Dewa Beratha.
Ketika menerima pengurus ASPI yang baru diresmikan, Gubernur meminta tahun ini keberadaan Rumah Potong Hewan Temesi, Kabupaten Gianyar, sudah harus mulai dimanfaatkan.
RPH standar internasional yang dibangun patungan dengan pemerintah pusat sebesar Rp16 miliar itu terlantar karena berkapasitas besar, yakni pengoperasiannya tidak merugi jika dalam sehari menjagal 100 ternak sapi.
Karena itu untuk bisa segera mengoperasikannya, cara termudah adalah mengurangi jatah penjualan sapi antarpulau untuk dikirim dalam bentuk daging.
Gubernur Bali menetapkan kuota penjualan sapi antarpulau 75 ribu ekor setahun. Jika per hari yang dipotong 100 ekor, maka dalam setahun atau kali 365 hari mencapai 36.500 ekor.
Sisanya tetap dikirim hidup menggunakan truk dengan prioritas memenuhi kebutuhan saat Idul Adha, Idul Fitri, Natal dan tahun baru, selain pengiriman rutin secara terbatas.
Menurut Kadek Swanjaya yang adalah pimpinan PT Sampi Mokoh, pengiriman dalam bentuk daging akan lebih menguntungkan, apalagi saat harga daging di sekitar Jakarta melonjak belakangan ini.
Sebelumnya dilaporkan, harga daging sapi di Bali normal berkisar Rp40 ribu - Rp42 ribu/kg, sementara di Jakarta mencapai Rp56 ribu hingga Rp60 ribu/kg.
Dengan dikirim daging, juga terhindar risiko penyusutan berat sapi saat dalam perjalanan ke Jakarta selama tiga hari, selain tak ada lagi risiko sapi mati atau hilang saat truk pengangkut mengalami kecelakaan.
Pengoperasian RPH Temesi juga akan menciptakan berbagai peluang usaha baru, seperti untuk pemanfaatan kulit dan daging jeroan, selain limbahnya sebagai pupuk.
Para pengusaha berharap aparat terkait segera merumuskan pola pengoperasian RPH, pengenaan retribusi dan sistem pengangkutan daging yang diijinkan.
Pengiriman daging juga akan mampu mempertahankan populasi sapi di Bali yang kini sekitar 633 ribu ekor, karena dapat ditekan upaya penyelundupan sapi bibit dan induk.
"Kami berharap pola kirim daging segera terwujud, sehingga juga bisa membantu warga sekitar Jakarta yang mengalami kelangkaan daging," ucap Kadek Swanjaya. (*/lin)