< >

Australia Lebih 'Islami' Ketimbang Indonesia

Minggu, 24 Februari 2008 10:20
Kapanlagi.com - Australia yang merupakan tetangga "putih" Indonesia di selatan jauh lebih Islami dan berhasil menerapkan nilai-nilai Islam dalam sistem kehidupan mereka daripada Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim di dunia karena keadilan, kebersihan, kemakmuran dan kedamaian ada di negara benua itu.

"Dalam konteks sistem, Australia tampak sekali Islaminya. Artinya Islam secara fungsional terjadi di negara yang berpenduduk mayoritas bukan Muslim ini, sedangkan di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, nilai-nilai Islami justru tidak tampak," kata Intelektual Muslim Indonesia, Dr.Eggi Sudjana,SH, MSi.

Otokritik terhadap Indonesia itu disampaikan Eggi kepada ANTARA seusai berceramah tentang "Islam Fungsional" di depan puluhan anggota jemaah pengajian bulanan Perhimpunan Masyarakat Muslim Indonesia di Brisbane (IISB).

Intelektual yang juga pelopor perjuangan buruh Muslim, politisi, peneliti, dan pengacara itu mengatakan, Australia berhasil mengfungsionalisasikan nilai-nilai Islami ke dalam sistem kehidupannya adalah satu kenyataan sehingga para penganggur sekalipun diberikan jaminan sosial di Australia.

Di Indonesia, kehidupan sebagian besar rakyatnya justru susah, angka pengangguran dan kriminalitas tinggi, pendidikan bermutu belum berpihak kepada rakyat kecil, dan bahkan penerapan upah minimum regional bagi para buruh pun berbeda-beda di setiap daerah padahal harga minyak sama di mana-mana, katanya.

Kondisi demikian justru tidak terjadi di Australia. Dalam kondisi kehidupan yang semakin berat di Indonesia itu, aksi perampokan dan pencurian semakin tampak biasa di negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia itu, katanya.

Kondisi demikian, menurut mantan ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta (1984-1985) dan Ketua Umum HMI MPO (1986-1988) itu, tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab pemerintah. (*/boo)