Wartawan di Tokyo, Sabtu, melaporkan, angin kencang yang melanda Tokyo sejak Jumat (23/2) lalu terus berlangsung hingga Sabtu, akhir pekan ini.
Ratusan sepeda yang sedang diparkir di sejumlah tempat di ibukota Jepang, seperti di stasiun kereta api, pusat perbelanjaan terlihat berjatuhan bahkan ada yang terseret-seret akibat angin kencang.
Warga Tokyo banyak mengenakan masker penutup mulut, jaket tebal serta syal. Kebanyakan warga juga mengenakan sarung tangan meski panas matahari bersinar di sebagian Jepang sejak pagi. Jepang saat in masih mengalami musim dingin.
Angin kencang mengakibatkan terganggunya aktivitas transportasi andalan publik Jepang, yaitu kereta api, termasuk jalur kereta api super cepat, shinkansen. Penerbangan dalam negeri mengalami pembatalan.
Sejumlah jalur kereta api dalam kota sebagian di antaranya juga mengalami keterlambatan dari jadwal yang ditetapkan. Namun hal itu tidak membuat penumpukan penumpang di stasiun tersebut.
Begitu juga halnya dengan aktivitas kereta api super cepat Jepang, shinkansen, masih mengalami keterlambatan hingga Sabtu sore. Masalah keterlambatan dan pembatalan jalur kereta api paling parah terjadi di hari Jumat lalu.
Manajemen East Japan Railway Co. Sabtu, mengemukakan, kecepatan angin yang terlalu kencang memaksa pembatalan kembali jadwal keberangkatan sejak pukul 08.00 dan baru mengoperasikan kembali pada siang harinya.
Angin dengan kecepatan sekitar 108 kilometer per jam tercatat antara Utsunomiya dan Shinsirakawa, yang dilalui jalur kereta api shinkansen di bagian timur laut Jepang.
Hal itu membuat seluruh kegiatan kereta api dihentikan untuk sementara waktu. Hal serupa juga melanda Mishima dan Shinfuji, yang dilewati oleh layanan kereta api shinkansen.
Di sektor transportasi udara, pihak otoritas penerbangan membatalkan semua operasi penerbangan, bahkan pihak Japan Airlines Corp. dan All Nippon Airways Co. (ANA) mengatakan telah membatalkan sedikitnya 127 penerbangan, demikian Kyodo, Sabtu.
JAL melaporkan telah menghentikan 47 penerbangan, sedangkan ANA Airways sebanyak 80 penerbangan. Pembatalan banyak dilakukan di bandara Shin Chitose, Hokkaido, di utara Jepang.
Akibatnya 25.000 penumpang terpaksa membatalkan penerbangannya. Badan Meteorologi Jepang memperkirakan kekuatan angin akan berkurang pada Minggu malam. (*/bun)