Menurut Ketua Asita Kalbar, M Yunan Ismail saat dihubungi, di Pontianak, ketidaksiapan itu terutama karena terbatasnya infrastruktur penunjang dan pembenahan daerah tujuan wisata itu sendiri.
Secara keseluruhan, Kalimantan Barat menyiapkan 30 kegiatan dan setidaknya 36 obyek wisata unggulan untuk menjaring 28 ribu wisatawan asing melalui program tahun kunjungan wisata 2008.
"Travel sebenarnya lebih siap untuk menghadapi kunjungan wisata," kata Yunan. Ia mencontohkan saat perayaan Cap Go Meh 2559 karena keterbatasan penginapan di Singkawang ratusan wisatawan dari Jawa Barat dan Jakarta terpaksa menginap di Pontianak yang jaraknya 145 kilometer.
Ia menambahkan, daerah tujuan wisata juga harus dikemas dengan baik dan menarik sehingga siapa pun yang berkunjung akan terkesan dan secara tidak langsung mempromosikannya ke orang lain. "Tanpa kemasan yang menarik, pengunjung tidak akan terkesan," katanya.
Kuching, Sarawak, Malaysia, termasuk yang mampu mengemas tujuan wisata dengan baik sehingga mampu menarik kunjungan dua juta wisatawan asing dalam satu tahun.
Yunan menilai Kalbar memiliki banyak daerah wisata yang menarik terutama untuk alam dan tempat-tempat bersejarah. Seperti di Kota Singkawang terdapat pantai Pasir Panjang, Pontianak memiliki Tugu Khatulistiwa dan Keraton Kesultanan Pontianak.
Sedangkan kegiatan budaya yang sudah dikenal seperti peristiwa kulminasi matahari setiap Maret dan September, Gawai Dayak, Festival Bumi Budaya dan Festival Meriam Karbit.
Asita meminta pemerintah untuk menerapkan aturan Visa on Arrival (VoA) di Bandar Udara Supadio Pontianak dan Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong, Kabupaten Sanggau, supaya wisatawan asing yang ingin ke Kalbar tidak harus ke Jakarta.
"Akan ada efisiensi biaya dan waktu sehingga wisatawan semakin mudah berkunjung ke Kalbar," kata Yunan. (kpl/rit)