Bakpao "Goubuli", yang berisi daging cincang dan sayuran, merupakan kebanggaan Tianjin, kota pelabuhan tidak jauh dari Beijing.
Nama itu dalam bahasa China secara harfiah berarti "anjing pun tidak mau". Goubuli diambil dari nama panggilan orang yang pertama kali menjualnya sekitar 150 tahun lalu.
Goubuli kini dijual ke seluruh pelosok China, sampai-sampai banyak yang memalsukan bakpao "anjing-pun-tidak-mau" itu.
Namun, demi menambah keberhasilan, sekaligus khawatir jika wisatawan mancanegara menganggap merk bakpao itu mencerminkan kualitasnya, perusahaan Tianjin Goubuli Group Corporation memutuskan untuk memberi nama baru yang lebih ramah, "Go Believe".
"Nama itu terdengar tidak berbeda dengan yang sebelumnya, dan nama dari bahasa Inggris itu menonjolkan kejujuran perusahaan," kata direktur pabrik tersebut, Zhang Yansen, kepada kantor berita Xinhua, Minggu.
"Kami berharap nama itu lebih mudah dipahami dan dipercaya para tamu asing."
Perusahaan itu sudah memasang reklame "Go Believe" di restoran-restoran mereka.
Tapi, banyak warga yang berpendapat lain atas nama Inggris tersebut.
"Istilah Go believe salah secara tata bahasa. Sulit untuk menghubungkan nama dangkal itu dengan nama yang sudah terkenal seabad," ungkap seorang warga.
"Saya kira nama itu tidak mengkomunikasikan budaya sesungguhnya dari hidangan tersebut. Kalau ingin mirip, lebih baik Go bullish (meningkat)," ungkap warga lain.
Terdapat berbagai penjelasan tentang asal kata "Goubuli." Paling terkenal adalah seorang anak miskin yang dipanggil "gouzhai" (anjing kecil). Dia pergi ke Tianjin dan magang di toko makanan pada umur 14 tahun, kemudian memulai usaha bakpao sendiri.
Ciri bakpao itu adalah hiasan 15 kerutan yang membentuk bunga krisan.
Alkisah selanjutnya, Gouzhai menjadi sangat sibuk dan tidak sempat menyapa pelanggannya. Mereka kemudian mengeluh "Gouzhai menjual bakpao tapi tidak mau bicara kepada orang". Kalimat itu dipersingkat hingga muncul kata "goubuli".
Bakpao Goubuli dan 395 hidangan lain di China mendapat penghargaan "Kudapan terkenal China" oleh Asosiasi Hidangan China pada tahun 1997.
Kelompok usaha tersebut menghasilkan keuntungan 40 miliar yuan (US$5,3 miliar) pada tahun 2006 dan diperkirakan meningkat menjadi 70 miliar yuan pada tahun 2007. (*/cax)