Sekitar 50.000 orang , banyak diantara mereka wanita dan pelajar, diperkirakan akan membentuk rantai di jalan Salah a Din Gaza dari Rafah di selatan sampai ke Beit Hanoun di utara.
Israel kuatir terulang kejadian bulan lalu ketika ribuan warga Gaza memasuki perbatasan di Rafah itu menuju Mesir, setelah para pejuang meledakkan pagar perbatasan tembok.
"Israel tidak akan melakukan intervensi dalam unjukrasa-unjukrasa di Jalur Gaza," kata sebuah pernyataan bersama yang disiarkan Menlu Israel Tzipi Livni dan Menteri Pertahanan Ehud Barak, tetapi Israel akan menjamin "pertahanan atas wilayahnya dan mencegah pelanggaran-pelanggaran atas perbatasannya yang berdaulat."
Para penyelenggara protes mengatakan mereka tidak berniat untuk melanggar perbatasan itu.
Seorang jurubicara militer Israel hanya mengatakan militer "siap".
Sementara itu , Israel melancarkan dua serangan udara sebelum Senin subuh di utara dan selatan Gaza, menewaskan tiga pejuang Hamas yang menguasai Gaza.
Seorang tewas di lingkungan Shaja`eya Kota Gaza timur dan dua dekat kota Khan Younis, Gaza selatan , kata kepala urusan darurat Gaza Mo`aweya Hassanein.
Dua orang lagi cedera, katanya. Brigade Al Qassam,sayap militer Hamas, mengidentifikasi ketiga pejuang yang tewas itu adalah anggota-anggotanya.
Militer Israel mengkonfirmasikan serangan-serangan itu dan menambahkan mereka mengincer regu-regu pejuang bersenjata . (kpl/dar)