
"Saya bersyukur karena TV berlangganan ASTRO masih bersedia menyuguhkan program-program yang tidak hanya memikirkan rating," kata sutradara BULAN TERTUSUK ILALANG itu sebelum acara penandatanganan MOU di Gedung Stovia, Jakarta Pusat, Senin (25/2).
Menurut Garin, televisi sebagai ruang publik memang harus memberikan sumbangsih yang bermanfaat kepada masyarakat melalui tayangannya.
Dalam kerja sama dengan ASTRO, Garin menyiapkan dua karyanya yang belum dapat diungkapkan kepada publik, masing-masing 10 seri film dokumenter yang akan ditayangkan di saluran berita dan informasi ASTRO Awani (saluran 30), dan sebuah film berdurasi 90 menit untuk ditayangkan di saluran film 24 jam nonstop ASTRO Kirana (saluran 60).
Tayangan-tayangan yang dipersiapkan oleh sang sutradara seluruhnya mengambil latar belakang nasionalisme tetapi dengan pendekatan populer. "Program-program ini merupakan cara pandang unik dan beragam tentang Kebangkitan Nasional, dan tidak dibuat dalam bentuk formalistik sejarah, tapi menggunakan pendekatan populer," katanya.
Garin menyatakan dirinya tidak terjun langsung menyutradarai tayangan-tayangan itu, tetapi hanya sebagai pengawas. "Nanti akan digarap oleh tiga sutradara perempuan," katanya, tanpa menyebut satupun nama.
Sementara itu, direktur pemberitaan ASTRO Awani, Riza Primadi, mengatakan, kendati bukan tayangan yang memikirkan rating, pihaknya percaya program-program tersebut bakal menarik perhatian pemirsa, karena dibuat secara populer. (*/boo)
Lihat Profil: Garin Nugroho