"Kami baru saja menerima berita itu yang mengatakan bahwa dia meninggal pagi ini," kata seorang wanita jurubicara pada Departemen Kesehatan Hong Kong. Ia menambahkan, bahwa tidak ada konfirmasi mengenai sebab-sebab kematian.
Kasus dugaan flu burung terakhir terjadi setelah negara itu melaporkan bulan ini bahwa dua kematian dibenarkan karena tertular H5N1, salah satu di provinsi tengah Hunan dan lainnya di provinsi selatan Guangxi.
Pihak penguasa kesehatan China telah memberitahukan kepada Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong sebelumnya, bahwa perempuan 44 tahun dari Guangdong itu menderita penyakit itu sejak 16 Februari.
Namun pihaknya tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Dari 29 kasus yang dikonfirmasikan di China, 19 di antaranya meninggal.
Sejumlah 232 orang meninggal di seluruh dunia akibat serangan virus H5N1 dan dibenarkan bahwa sejak 2003 telah terjadi 366 kasus infeksi virus unggas tersebut, demikian data WHO. (*/rsd)