Widelia, Gulma Tusuk Konde Bisa Dimanfaatkan Untuk Kompos
Kapanlagi.com - Program Studi Agronomi Universitas Bengkulu (Unib) menemukan bahwa gulma (tumbuhan pengganggu) Widelia Trilobata atau lebih populer dengan nama tusuk konde dapat digunakan sebagai pupuk organik (kompos). Widelia trilobata yang selama ini dianggap sebagai tumbuhan pengganggu ternyata mengandung bahan organik yang tinggi sehingga mampu memperbaiki sifat fisik dan hara tanah, kata Nanik Setyowati PhD didampingi rekannya Uswatun Nurjannah MS, di Bengkulu, Senin. Kedua peneliti tersebut saat ini aktif sebagai staf dosen Fakultas Pertanian Jurusan Budidaya Pertanian Unib. "Memang kita baru memberikan kompos Widelia Trilobata ini pada tanaman sawi, tapi hasil yang ditunjukkan sangat baik dibanding pemberian kompos asal gulma lain," kata Nanik. Dari hasil penelitian yang berkolaborasi dengan beberapa mahasiswa, diketahui bahwa gulma Widelia Trilobata yang telah dikomposkan dan diberikan pada tanaman menunjukkan pertumbuhan terbaik dibandingkan dengan kompos yang berasal dari gulma lain. "Kita juga membandingkan dengan gulma lain seperti Chromolaena Odorata dan ternyata Widelia lebih mampu menyediakan unsur hara dalam waktu yang lebih cepat," kata kedua peneliti itu yang mengaku telah merekomendasikan penggunaan gulma ini untuk dijadikan kompos oleh petani. Cara pembuatan kompos tersebut dimulai dengan pembuatan sungkup sebagai tempat pengomposan sehingga terhindar dari sinar matahari dan hujan, kemudian bahan kompos dipotong-potong untuk memudahkan pengomposan. Kedua peneliti juga juga menggunakan bantuan Em-4 untuk mempercepat pematangan kompos dengan dosis 3 sendok makan untuk 10 Kg gulma dan ditimbun selama 14 hari sekaligus untuk fermentasi. Setelah itu kompos dikeringkan di bawah sinar matahari untuk memudahkan aplikasi di lapangan," jelas Nanik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kompos Widelia Trilobata pada dosis 70 gram per tanaman menghasilkan pertumbuhan sawi paling baik, hal ini disebabkan dosis kompos yang diberikan lebih tinggi. "Mudah-mudahan hasil penelitian ini bisa diaplikasikan langsung oleh petani dan bermanfaat, sebab selama ini gulma lebih sering dianggap sebagai tumbuhan yang tidak bermanfaat dan merepotkan," katanya. Keduanya berharap melalui penelitian ini para petani, khususnya tanaman palawija dapat memberikan kompos yang berasal dari Widelia Trilobata atau tusuk konde pada tanamannya. (*/rsd) |