120 KK Korban Tsunami Masih Tinggal di Barak
Kapanlagi.com - Sekitar 120 kepala keluarga korban tsunami di Serambi Mekkah masih menempati barak raider di Desa Kayee Le, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. "Kami sebenarnya sudah tidak betah lagi tinggal di sini," kata salah seorang penghuni barak, Nurhayati (50) di Lambaro, Aceh Besar, Senin. Ia mengatakan telah lebih dari tiga tahun - sejak bencana tsunami menerjang 26 Desember 2004 - tinggal di barak itu dan kabar yang ia peroleh menyebutkan bahwa pihak Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias masih membangun rumah baru bagi para pengungsi korban tsunami. Warga asal Krueng Kruet Kabupaten Aceh Jaya itu menyebutkan semula 10 barak di area persawahan menuju pusat Desa Kayee Le sudah dikosongkan namun beberapa waktu lalu barak tersebut kembali ditempati penghuni dari barak Tampok dan Samahani. "Para pengungsi dari barak Tampok dan Samahani ditempatkan di sini karena barak mereka di sana sudah dibongkar," katanya. Ratusan KK korban tsunami itu mengharapkan BRR dan lembaga donor menyelesaikan pembangunan rumah mereka. Warga mengaku lelah pindah ke barak-barak lain karena kerepotan mengangkut perabotan rumah tangga dan harus mengeluarkan dana untuk biaya angkutan. Sementara Kepala BRR Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto mengakui bahwa hingga awal 2008 masih terdapat 3.000 kepala keluarga yang tinggal di barak karena tidak memiliki tanah. Menurut dia, hingga saat ini masih ada rumah yang belum dilengkapi sarana listrik dan air bersih, serta sejumlah ruas jalan dan infrastruktur besar lainnya masih dalam proses pengerjaan. Kuntoro menyebutkan, hingga tiga tahun pasca tsunami lebih dari 100 ribu rumah telah dibangun, 64 ribu hektare lahan pertanian terpulihkan, 2.000 km jalan diperbaiki atau dibangun, 17 pelabuhan laut, 10 bandara udara, 860 sekolah, dan 600 fasilitas kesehatan telah dibangun. (*/rsd) |