< >

Sungai-sungai di Amerika Latim Mulai Mengering

Selasa, 26 Februari 2008 20:42
Kapanlagi.com - Para penambang di Peru dan Chile yang memberikan pasokan bahan baku logam-logam yang sangat dibutuhkan dunia mulai memompa air dari lautan Pasifik naik menuju ke wilayah pegunungan Andes karena kondisi kekurangan air yang diakibatkan oleh perubahan iklim.

Mengalirkan air laut dapat membantu para penambang untuk menghindari dari ketergantungan sepenuhnya kepada air sungai yang tidak dapat diperkirakan kepastian alirannya, karena sebagian sungai kini mengering, yang diperkirakan karena lapisan es di kutub utara mencair dan konflik antar petani yang mengambil air dari anak sungai di desa-desa yang sederhana.

"Air selalu menjadi pemicu konflik antar penambang dan petani karena itu mengambil air laut adalah alternatif yang bagus karena sumbernya laut tak ada batas akhirnya , dan air sungai gratis kecuali untuk pengangkutannya dan pemrosesannya" kata German Arce yang mengelola tambang terbaru dan besar Peru Cerro Lindo yang dimiliki seorang pengusaha Peru, Milpo.

Cerro Lindo sepenuhnya bergantung pada air laut yang disaring dan di pusat desalinasi dan mengalirinya ke wilayah pegunungan Andes yang ketinggiannya 1600 m ke tambang tembaga, timbal dan zink dengan 700 orang pekerja.

Di Chile, perusahaan Antofagasta Minerals akan segera membuka tambang emas dan tembaga . Seperti Cerro Lindo di Peru tambang tersebut akan merupakan tambang yang sepenuhnya tergantung pada air laut.

Proyek Esperanza itu akan berlokasi di Atacama, yaitu salah satu padang pasir yang paling kering di dunia, dan air laut akan dipompa melalui pipa sepanjang 145 km dengan ketinggian 2.300m.

Tambang umumnya membutuhkan jutaan galon air selama pengoperasiannya yang sekitar 40 tahun, yang membuka akses pengiriman air yang menjadi krisis akibat pemanasan global dan pertumbuhan kota.

Sejumlah tambang lainnya dekat pantai di Chile dan Peru berencana akan membuat pusat desalinasi air laut dalam waktu .

Biaya penyaringan air laut telah menjadi jauh lebih kecil sementara harga bahan logam di dunia semakin meningkat yang disebabkan oleh tingginya permintaan Asia yang perkembangan dan pertumbuhannya sangat pesat, yang akan memberikan keuntungan yang cukup lama dalam tahun-tahun mendatang.

Konflik air

Pertambangan logam meningkatkan perekonomian Peru dan Chile yang merupakan komoditi ekspor terbesar kedua negara.

Namun konflik yang dipicu akibat masalah air di Peru di mana sering diakhiri dengan kekerasan menyebabkan urungnya milyaran dolar penanaman modal yang akan membuka tambang baru.

Warga setempat yang miskin di pegunungan Peru takut kehilangan sumber air bersih dan hal itu telah secara tak langsung menjadi penyebab tertundanya proyek tambang tembaga modal asing.

Penduduk setempat yang hidup dalam tingkat sederhana khawatir akan polusi dan hal itu juga menjadi penyebab sejumlah perusahaan asing urung membuka usaha di sana termasuk perusahaan tambang raksasa Newmont.

"Sulitnya air akan menyebabkan konflik ekonomi dan hal itu sudah terjadi sejumlah wilayah Peru dan akan mempengaruhi pertumbuhan industri," kata Jorge Alvarez seorang ahli perubahan iklim yang bekerja di kantor pemerintah. (*/rsd)