< >

China Tidak Sepakat Rencana Memboikot Myanmar

Rabu, 27 Februari 2008 07:25
Kapanlagi.com - China hari Selasa menyatakan dunia akan menentang boikot terhadap Olimpiade Beijing karena hubungannya dengan junta militer Myanmar, sementara mempertahankan dukungannya pada para penguasa negara yang terisolir tersebut.

Olimpiade "hendaknya tidak dipolitisir atau diboikot dengan dalih politik," kata Jurubicara Kementerian Luar Negeri Liu Jianchao kepada wartawan.

"Ini akan bertentangan dengan keinginan rakyat di seluruh dunia," katanya.

Liu mengatakan hal itu untuk memberikan komentar pada seruan para aktivis demokrasi Myanmar hari Senin untuk memboikot seluruh dunia terhadap Olimpiade bulan Agustus tersebut sebagai protes atas dukungan beijing pada junta yang berkuasa di negara yang dahulunya bernama Burma itu.

Kelompok Mahasiswa Generasi 88 itu, yang juga menghimpun beberapa pemimpin prodemokrasi negara tersebut, juga mendesak China untuk menarik secara sepihak dukungannya kepada pemerintah militer itu.

"China adalah partner perdagangan utama, pemasok persenjataan utama, dan pembela utama junta tersebut di arena internasional," kata pernyataan kelompok itu.

"Junta militer di Burma masih berkuasa hingga kini, meskipun ada penentang kuat terus menerus dari rakyat Burma, karena dukungan China," katanya.

Kelompok tersebut, yang mengambil nama dari seorang mahasiswa prodemokrasi yang melakukan perlawanan di tahun 1988, mengatakan China bukannya mendukung, tetapi sebaliknya membantu memfasilitasi dialog nasional antara militer dan pemimpin oposisi, Aung San Suu Kyi, yang telah menghabiskan 12 dari 18 tahun tahanan rumah.

"China mempertahankan politik bertetangga dan bersahabat dengan Myanmar dan politik ini demi kepentingan rakyat Myanmar dan China," kata Jubir Kemlu Cina.

"Politik China kondusif untuk kekuatan demokrasi, rekonsiliasi, dan perdamaian di Myanmar. Organisasi-organisasi terkait hendaknya mempunyai pengertian yang benar tentang kebijaksanaan kami," katanya. (*/rsd)