Kobaran api yang berlangsung sekitar 13 jam dan membubung mencapai ketinggian lima meter itu berhasil dipadamkan, setelah petugas PMK melakukan upaya keempat kalinya.
Upaya itu didahului dengan membongkar kolam yang sebelumnya dibuat untuk memadamkan api di pusat semburan gas. Kolam itu sendiri ternyata tidak mampu memadamkan api, karena api masih berkobar di atas air.
Setelah kolam dibongkar, dan tidak lagi ada air yang tertampung, pada saat itulah petugas PMK Kabupaten Sidoarjo menyemprot pusat kobaran dengan dry chemical powder berbentuk serbuk berwarna coklat.
Upaya tersebut berhasil memadamkan api yang berkobar sejak sekitar pukul Selasa 03.00 WIB dinihari.
Sebelumnya, sejak Selasa pagi petugas PMK Sidoarjo melakukan tiga upaya, namun gagal memadamkan kobaran api.
Upaya itu ialah menyemprot dengan busa dari atas namun tidak berhasil, dan yang ke dua menggunakan pasir dan air, tapi belum mampu juga, karena tekanan gas sangat kuat.
Kemudian yang terakhir dengan pengeboran dari samping (side kick) untuk mengurangi tekanan gas, seperti yang dilakukan di Blok Cepu beberapa waktu lalu.
Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPOLS) Achmad Zulkarnain mengatakan, setelah api berhasil dipadamkan, pihaknya memberikan kewenangan kepada Fergaco, selaku konsultan keamanan gas beracun di sekitar area terdampak lumpur untuk mengamankan wilayah.
"Wilayah ini harus ditutup dan steril dari manusia dalam radius 20 hingga 25 meter. Hal ini untuk menghindari kemungkinan api berkobar lagi, karena ada pemantiknya," katanya.
Selain itu, tambah dia, di lokasi akan ditempatkan tabung-tabung berisi dry chemical powder, untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu api menyala lagi. (*/rsd)