< >

KPI Bikin Pengelompokan Tayangan TV

Rabu, 27 Februari 2008 07:37
Kapanlagi.com - Seiring masalah tayangan 'nakal' dari beberapa stasiun televisi belakangan ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan membuat pengelompokan atas sejumlah tayangan televisi yang dinilai baik untuk masyarakat dan juga sebaliknya.

"Kita akan membuat klasifikasi, mana tayangan yang layak ditonton pemirsa, mana tayangan yang tidak layak," kata Ketua KPI Prof Sasa Djuarsa Sendjaja usai menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama (MoU) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Selasa (26/2).

Sasa mengatakan, dalam menilai tayangan televisi KPI akan melibatkan pakar pendidikan dan tokoh agama. Program tersebut mulai dilaksanakan pada pekan kedua Maret 2008.

"Nantinya itu akan dilakukan secara rutin seminggu sekali. Hasil klasifikasi itu akan diumumkan di media massa, baik cetak maupun elektronik. Untuk televisi, sudah ada stasiun yang menyetujui," katanya.

Sebagai acuan, KPI akan menggunakan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). "Kalau ada stasiun televisi yang masih nakal, akan dikenai sanksi tegas atau denda," katanya.

Menurut Sasa, langkah tersebut dilakukan karena selama ini penilaian baik buruk suatu tayangan seolah "dimonopoli" oleh lembaga survei AGB Nielson melalui pemeringkatan jumlah penonton (rating).

"Padahal, tayangan yang ratingnya tinggi adalah tayangan yang buruk, tidak mendidik masyarakat, sarat kekerasan, pornografi, dan sebagainya," katanya.

Direktur Camelia TV, Teguh Imawan, yang juga hadir pada acara tersebut menyambut baik langkah kerja sama yang dilakukan NU dan KPI. Menurutnya, sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, NU dapat membantu memberikan penyadaran kepada masyarakat agar bersikap kritis terhadap tayangan televisi.

"Kalau masyarakat atau penontonnya kritis, otomatis akan ada perubahan pada tayangan televisi. Stasiun televisi tidak akan lagi menampilkan tayangan yang tidak mendidik bagi masyarakat," katanya. (*/boo)


BERITA TERKAIT