Temuan Susu Mengandung Bakteri Resahkan Ibu-Ibu di Manado
Kapanlagi.com - Temuan susu dan makanan bayi mengandung bakteri oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), mulai meresahkan sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). "Hingga saat ini pemerintah tidak menjelaskan jenis susu dan makanan bayi apa yang terbukti mengandung bakteri, sehingga kami menjadi resah dengan publikasi tersebut, "kata Ny B Kountul, Rabu di Manado. Menurutnya, hingga saat ini anaknya yang masih berumur 10 bulan, masih ketergantungan minuman susu dan makanan yang dijual bebas dipasaran, karena kondisi Air Susu Ibu (ASI) yang dimilikinya tidak berlangsung secara normal. Pemerintah melalui Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan tenaga kesehatan segera mensosialisasikan temuan tersebut yang diduga mengandung Enterobacter sakazakii. Senada diungkap Ny Maya, warga kelurahan Sario Manado, meminta pemerintah memberikan penjelasan resmi hasil temuan tersebut, agar masyarakat menjadi lebih berhati-hati mengkonsumsi susu. "Untuk sementara bayi kami diberikan minuman tradisional, seperti air gula merah (aren), agar kondisi kesehatannya terus terjaga," jelasnya. Sebelumnya, Kepala Bidang Serifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, BPOM Sulut, Sarlota Patabong mengatakan, masyarakat dihimbau waspadai berbagai jenis susu dan makanan bayi yang mengandung bakteri, karena bisa merusak kekebalan tubuh dan otak. Himbauan itu menyusul adanya temuan makanan dan susu bayi mengandung bakteri hasil penelitian IPB. Beberapa jenis makanan dan susu bayi yang diduga telah mengandung bakteri jenis Enterobacter sakazakii, masih banyak di pasaran umum. Apalagi temuan sebanyak 22,73% (22 sampel) susu formula dan 40% (15 sampel), yang terekspos ke publik, sangatlah besar dan banyak. (*/cax) |